Pekerjaan Irigasi di Kecamatan Palasa Kembali Dilanjutkan

oleh -
Masyarakat saat menyaksikan alat berat membuat bentangan di lokasi irigasi Kecamatan Palasa. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Pekerjaan irigasi di Kecamatan Palasa yang mengaliri areal persawahan yang berada di Desa Palasa dan Palasa Tangki kembali dilanjutkan meski sempat terhenti.

“Terkait dengan irigasi ini sudah lama berproses dari pertemuan kita dengan PT TMJ (Tunggal Maju Jaya) memang ada kesepakatan bersama masyarakat dan generasi muda kemudian Pemerintah Desa (Pemdes) Tangki, salah satu kesepakatannya yaitu untuk memfasilitasi secara manual membantu irigasi,”ucap Kepala Desa (Kades) Palasa Tangki, Haris, S.Pd, M.A.P kepada sultengnews, Jumat (08/07/2021).

Haris mengatakan, PT TMJ siap membantu dengan memobilisasi batu-batu besar atau yang sehari-hari masyarakat menyebut batu gajah.

Proses mobilisasi sudah berjalan, kata dia, PT TMJ dan masyarakat serta Pemdes Tangki telah melaksanakannya. Batu gajah yang pertama di mobilisasi kurang lebih ada 10 ret mobil truk, jika 1 ret dimuat sebanyak 6 kubik berarti kurang lebih ada 60 kubik batu gajah.

“Setelah itu kita sudah lakukan pengerjaan awal, alhamdulillah partisipasi petani saat itu luar biasa banyak yang ikut yang membantu PT TMJ untuk sama-sama di lokasi menyaksikan proses pengerjaan dan lain-lain,”ujarnya.

Haris mengakui, pengerjaan pertama dengan batu gajah sebanyak 60 kubik belum menghasilkan air, karena pihaknya tidak mendatangkan tim teknis yang lebih paham seperti Dinas Pengairan atau Dinas PU, karena saat itu batu gajah telah habis sehingga pekerjaan sementara dihentikan.

“Sebagai pemerintah desa saya pikir sia-sia, sehingga saya sampaikan dengan operator berhenti dulu setelah itu saya bangun komunikasi dengan Dinas PU untuk memakai tenaga teknis agar supaya pengerjaan berikutnya kita di dampingi jadi satu pikiran tidak lagi perbedaan pendapat,”jelasnya.

Namun, Haris menyebut, ketika tenaga teknis datang ternyata tim teknis butuh material, karena batu gajah yang di mobilisasi pertama sudah habis, dia mengungkapkan, alat berat dari PT TMJ juga sudah berada di lapangan namun tidak bekerja karena kekurangan material, sebab masyarakat tidak memberikan lagi untuk mengambil batu gajah di lokasi irigasi.

“Sehingga tim teknis balik dengan meninggalkan catatan yaitu untuk menyiapkan tenda ukuran 3 kali 4 sebanyak 5 buah, itu penyampaian dari tim teknis atau pengamat irigasi dari Kecamatan Mepanga yang jelas perintah dari Dinas PU,”ungkapnya.

“Itulah yang kita tindaklanjuti kemudian TMJ kembali mengambil batu gajah kurang lebih sekitar 20 kubik yang berserakan beberapa hari yang lalu. Kenapa itu tidak langsung dikerjakan pertama kondisi saat itu alat bermasalah, karena tidak mungkin batuh gajah diangkat manusia dan itu sering saya sampaikan kepada masyarakat, baik di pesta maupun di masji setiap hari Jumat,”sambungnya.

Karena masyarakat berharap, ketika sudah ada batu tapi tidak di kerjakan, sehingga selaku Kades Palasa Tangki, Hari menyampaikan dengan kondisi seperti itu, ketika saat alat berat siap beroperasi mengerjakan irigasi. Akan tetapi, kata dia, Sungai Palasa banjir sehingga volume air tinggi dan tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan secara maksimal. Olehnya itu, pekerjaan tertunda.

Setelah itu Sungai Palasa mulai normal kemudian, menurut Haris, alat berat siap bekerja, selanjutnya tim teknis juga meminta pekerjaan dilakukan di hari kerja bukan di hari libur seperti hari Jumat dan Minggu tapi di hari Senin dan Kamis.

“Itu semua yang disesuaikan sehingga pekerjaan nanti hari ini baru kita lakukan pekerjaan di irigasi, hari ini juga bisa kita lihat belum menghasilkan air karena material yang kita siapkan kurang lebih 20 kubik mungkin belum cukup,”katanya.

Sehingga hari ini (08/07/2021) Pemdes Palasa Tangki bersama PT TMJ menambah material, sehingga alat berat sudah beroperasi untuk kembali mengambil batu gajah.

“Memang yang menjadi kendala itu ketika batu sudah ada alat berat biasnya terkendala, namanya juga perusahaan ada pekerjaan ditempat lain mereka juga mengatur kapan waktu istirahat dan digunakan,”tuturnya.

“Semua masyarakat Palasa juga pasti tau beberapa hari ini Sungai Palasa mengalami banjir sehingga tidak bisa dilakukan pekerjaan secara maksimal di irigasi, makanya pekerjaan terkendala,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *