Pedagang Korban Kebakaran Pasar Inpres Manonda Butuh Dana Agar Bisa Jualan Lagi

oleh -
Pedagang mulai berjualan kembali dilokasi kebakaran. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sejak kejadian kebakaran pasar Inpres Manonda Palu Selasa (29/3/2022) malam lalu, banyak kerugian material maupun non material yang dialami oleh pedagang, akibat barang jualan yang sudah ada dan yang baru dibeli untuk persiapan puasa maupun idul fitri, ludes terbakar di lahap si jago merah.

Kondisi bangunan tempat jualan pedagang setelah dilahap si jago merah, Selasa (29/3/2022) malam.
FOTO : IST

Dengan melihat kondisi saat ini pasca kejadian kebakaran, baru satu dua pedagang yang mulai membuka dan berjualan kembali dilokasi los atau tempat jualannya, yang sebelumnya terbakar.

Salahudin Pateha, salah seorang pedagang korban kebakaran dengan kerugian kurang lebih 300 juta rupiah, menyebut, umumnya pedagang ingin mau berjualan kembali dilokasi atau tempat yang terbakar.

Hanya saja, karena begitu banyaknya sudah barang jadi, baik pakaian dan sejenisnya yang terbakar beberapa waktu lalu, belum lagi ditambah dengan kurangnya modal untuk membeli barang jualan lagi, sehingga keyakinan untuk berjualan tetap ada namun dengan ketersediaan secukupnya saja.

“Ingin jualan kembali dengan sisa-sisa barang yang masih ada di rumah tetapi tidak seperti barang yang ada sebelum terbakar lalu,” kata Salahudin kepada SultengNews.com, Minggu (3/4/2022).

“Kita butuh bantuan dana dalam kondisi seperti ini. Barangkali ada bantuan dana dari pemerintah kepada pedagang yang korban kebakaran. Misalnya dengan memberikan pinjaman tanpa bunga, misalnya bantuan dana 50 juta rupiah dan dikembalikan kembali lagi 50 juta rupiah tanpa dengan adanya bunga tadi,” sambung dia.

Meskipun memang, sambung Salahudin, setelah kunjungan atau tinjauan langsung dari anggota DPRD dari komisi A beberapa waktu lalu serta dari Wali Kota Palu Hadianto Rasyd, berjanji dalam waktu dekat memberikan bantuan berupa bahan material yang berfungsi untuk pembangunan kembali los atau tempat jualan dengan konsep sederhana.

“Kalau mereka (DPRD dan Walikota) bukan janji kasih dana tetapi bahan material, kayak seng, kayu, rangka baja dan sejenisnya. Kami butuh dana biar bisa menambah sedikit bantuan untuk beli barang jualan lagi,” katanya.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Goenawan, mengatakan, setelah melakukan pertemuan dengan para pedagang korban kebakaran, Sabtu (2/4) kemarin, ada beberapa poin yang menjadi perhatian serius dari pemerintah kota Palu.

Diantarnya sesuai dengan permintaan dari para pedagang yakni dengan adanya pembenahan kembali lokasi atau tempat jualan yang sebelumnya terbakar.

“Insya Allah itu yang kita benahi pertama dengan seadanya, misalnya dengan memberikan tarpal agar mereka bisa kembali berjualan sambil menunggu bantuan berikutnya dari bapak Wali Kota Palu dalam waktu dekat,” sebutnya.

“Sesuai dengan data yang kami terima dari Dinas PU, sebanyak 350 los atau tempat jualan pedagang yang terbakar,” tegasnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.