PDP Meninggal di Undata Dikuburkan di Poboya

oleh -
Proses persiapan pemberangkatan jenazah PDP di RS Undata oleh tim Covid – 19 RS Undata dengan pengawalan dari aparat keamanan TNI/Polri. FOTO : (Screenshot Vidio FB Laata Prakasa Wsn)

PALU, SULTEGNEWS.COM – Pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal sore tadi di Rumah Sakit (RS) Undata dikuburkan di Pekuburan khusus Covid – 19 di Poboya, Kecamatan Mantikulore.

“Hasil pembicaraan dengan keluarga, jenazah akan dikuburkan di Poboya tempat khusus penguburan covid,” ujar Wakil Direktur RS Undata, dr. Amsyar Praja yang dihubungi sultengnews.com malam ini, Senin (20/4/2020).

Dikatakan, penguburan jenazah PDP itu dilakukan tim covid – 19 RS Undata dan dikawal ketat aparat keamanan dari jajaran TNI/Polri agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

“Saat ini, jenazah sudah siap – siap diberangkatkan ke tempat penguburan,” kata dr. Amsyar Praja.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasien dengan status PDP meninggal Senin sore tadi (20/4/2020) di Rumah Sakit (RS) Undata setelah sebelumnya sempat ditangani di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Undata.

Menurut dr. Amsyar Praja, PDP yang meninggal itu belum sempat dirawat karena masih ditangani di ruang IDG setelah sebelumnya ditangani juga di ruang IGD Rumah Sakit Alkhairaat.

“PDP yang meninggal itu perempuan usia 27 tahun, sempat ditangani di ruang IDG Rumah Sakit Alkhairaat lalu di rujuk ke Undata. Belum sempat dirawat, sudah meninggal sore tadi,” ujar dr. Amsyar.

Dikatakan, sebelum meninggal pasien sempat dilakukan rapid test sehingga dikategorikan PDP karena mengalami sesak nafas dan demam seperti gejala covid 19 atau virus corona. Namun pasien belum bisa dikategorikan covid – 19, karena baru sebatas rapid test. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *