Pasca Warga Diterkam Buaya, BKSDA Sulteng Himbau Warga Palu Ekstra Hati-hati

oleh -
Kepala Seksi Wilayah I dan Ketua Satgas Penanganan Konflik Satwa Liar,Haruna, di kantor BKSDA Sulteng, Selasa (10/11/2020). FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Warga yang selamat diterkam buaya baru-baru ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) menghimbau warga Kota Palu untuk ekstra hati-hati khususnya yang beraktivitas di sungai Kota Palu.

“Penyampaian kami dari BKSDA Sulteng masyarakat harus ekstra hati-hati, karena akhir-akhir ini buaya yang ada disitu relatif agresif,”ujar Kepala Seksi Wilayah I dan Ketua Satgas Penanganan Konflik Satwa Liar,Haruna, di kantor BKSDA Sulteng, Selasa (10/11/2020).

Dikatakan, jauh sebelum penyerangan buaya terhadap buaya, BKSDA Sulteng sudah menghimbau agar masyarakat berhati-hati adanya satwa liar itu, karena memang di sungai Kota Palu itu merupakan habitat buaya tersebut.

“BKSDA Sulteng juga kembali menghimbau kepada masyarakat karena di sekitaran sungai Kota Palu terdapat satwa liar buaya muara,”sebutnya.

Haruna menerangkan, satwa liar itu memiliki m habitat dan habitatnya di sungai Kota Palu dan sekitarnya termasuk di pantai Talise, Kota Palu, yang sangat dekat di muara sungai.

“Kehidupan buaya itu hampir bersamaan dengan manusia sudah berada di sungai Kota Palu,”terangnya.

Sebenarnya, menurut Haruna, buaya yang ada di sungai Kota Palu relatif bersahabat dan berdampingan dengan masyarakat sekitarnya.

Namun, kata dia, akhir-akhir ini buaya cenderung agresif, hal itu dikarenakan perubahan perilaku buaya yang ada disitu, sebab buaya merasa terusik ketika berjemur dilempari masyarakat sekitar, ditambah lagi adanya pembuatan tanggul di bibir sungai.

“Penyerangan buaya kepada masyarakat, sebenarnya sebelum dan sesudah gempa BKSDA Sulteng sudah menghimbau dengan papan himbauan disekitaran sungai,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *