Pasca Pembunuhan di Desa Lembantongoa, 7 KK Mengungsi

oleh -
Sejumlah keluarga terdampak pasca pembunuhan Desa Lembantongoa sementara melaksanakan musyawarah. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

SIGI, SULTENGNEWS.COM – Pasca peristiwa pembunuhan empat warga di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sekira tujuh Kepala Keluarga (KK) mengungsi di rumah kerabat, tepatnya di Desa Induk Lembatongoa dan SP 1 Tokelemo.

“Jadi sejumlah warga itu mengungsi di Desa induk Lembantongoa sendiri dan di SP 1 Tokelemo. Upaya pemerintah saat ini yaitu membantu mereka yang mengungsi, baik itu makanan maupun pakaiannya,”ujar Kades Lembatongoa, Dekis Basalulu (52) saat ditemui sultengnews.com di Desa Lembantongoa, Sabtu (28/11/2020).

Kades Lembantongoa, Dekis Basalulu (52) saat ditemui sultengnews, di Desa Lembatongoa. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

Dekis menerangkan, berdasarkan data yang dimilikinya, di wilayah kejadian itu terdapat sekira 150 KK. Namun sebagian warga di wilayah itu sudah banyak keluar daerah untuk bekerja. Sementara, di lokasi kejadian pembunuhan keempat orang yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) ada 10 KK yang bermukim di tempat tersebut. Dari 10 KK itu 7 KK terdampak dan mengungsi ke rumah kerabatnya.

“Untuk data dan informasi masuk yang ada di lokasi kejadian itu sebanyak 150 KK hitungan secara kotor, karena sebagian warga juga ada yang sudah keluar daerah pergi bekerja. Utuk warga yang mendiami di tempat kejadian pembunuhan itu ada sekitar 10 KK,” terangnya.

Deki mengungkapkan, sementara ini sudah ada bantuan dari pihak Polda Sulteng untuk sejumlah KK yang mengungsi. Dinas Transmigrasi Sulteng pun ikut memberikan bantuan berupa makanan.

“Jadi selanjutnya pemerintah desa akan membuat gerakan peduli terhadap masyarakat yang sedang mengungsi, bantuan mulai dari makanan dan pakaiannya,” ungkapnya.

“Saya selaku penanggungjawab pemerintah desa minta supaya daerah tempat kejadian itu, dibangunkan pos keamanan, supaya masyarakat setempat bisa betah di situ. Karena sebenarnya mulai dari tahun 2013 sampai sekarang masyarakat disitu juga sudah berhasil dari segi pertaniannya dan tidak perlu lagi keluar daerah,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *