Pasar Manonda Target Satgas K5 Kelurahan Kamonji

oleh -

Keterangan Foto :

Lurah Kamonji, Ahlul Fitra, SE

PALU, SULTENGNEWS.com – Satuan Tugas (Satgas) K5 Kelurahan Kamonji, Jum’at  (26/1/2018), melaksanakan kegiatan Jum’at bakti dengan membersihkan  sampah di sekitaran Kompleks Pasar Manonda, kecamatan Palu Barat.

Dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sabtu (27/1/2018) Lurah Kamonji, Ahlul Fitra, SE menerangkan bahwa kegiatan Satgas K5 dilaksanakan, karena banyaknya laporan dan keluhan dari masyarakat, mengenai banyaknya sampah limbah pasar  yang menyumbat drainase, sehingga membuat air selokan naik ke badan jalan. Kegiatan ini, diikuti oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, Koramil 1306-01 Palu Barat, Kamtibmas Polsek Palu Barat dan Disperindag Kota Palu.

Lurah Kamonji, Ahlul Fitra, SE saat bersama Satgas K5 melakukan pembersihan pasar Manonda. FOTO : BAIM/SN

Ahlul Fitrah menambahkan, fokus perhatian K5 di Kelurahan Kamonji saat ini selain kebersihan yang berada di Pasar Manonda, namun juga mengupayakan adanya lahan kosong yang menjadi lokasi untuk memindahkan dua buah bak sampah yang ada di wilayah kerjanya.

Menurutnya, Kamonji merupakan salah satu wilayah yang sangat rawan sampah di Kota Palu, saat ini masih mempunyai dua bak sampah yang selalu terisi penuh setiap harinya. Namun kedua bak sampah tersebut dinilai tidak berada pada tempat yang layak, karena berada di pinggiran Jalan Durian dan WR Supratman, dan berdekatan dengan Asrama Haji, sehingga sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

“Ada dua bak sampah selalu terisi penuh setiap harinya, bahkan sampai membludak dipinggran jalan, meskipun jadwal pembuangan sampah sudah kita atur, yakni dari pukul 16.00 Wita sampai 06.00 Pagi”,ujar wanita yang baru terhitung 8 bulan menjabat lurah Kamonji itu.

Ditambahkanya, keterbatasan lahan kosong di kelurahan Kamonji menjadi pekerjaan rumah bagi pihak kelurahan, untuk mengantisipasi membengkaknya volume sampah setiap harinya. Menurutnya saat ini dia telah menginstruksikan kepada masing-masing RT dan RW agar membuat Tempat Pembuangan Sampah (TPS), selain itu meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, untuk menambah jumlah kebutuhan bak sampah, agar mengantisipasi taksiran volume sampah yang selalu membengkak setiap hari dikelurahannya.

“Ada lahan kosong di jalan durian depan PT Hasrat, namun merupakan lahan sengketa, begitupula mengenai lahan kosong di jalan pipa air tempat penjualan ternak, namun karena berbatasan dengan kelurahan lain, mayarakat disana memprotes, oleh karena itu kami berusaha membuat TPS dan berkordinasi dengan DLH untuk penambahan bak sampah”, ungkapnya. BAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *