Pasang Alat Pendeteksi Likuifaksi, BPBD Sulteng Akan Lakukan Mitigasi Bencana

oleh -
Plt Kasubid Kesiapsiagaan BPBD Sulteng, Ashrafuddin.

PALU, SULTENGNEWS.COM – Rencana pemasangan alat pendeteksi likuifaksi atau Early Warning Sistem (EWS) di Kabupaten Sigi dan Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng akan melakukan mitigasi bencana kepada masyarakat.

Rencananya EWS akan dipasangkan di akhir tahun, tepatnya di delapan titik lokasi di Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

“Ketika di pasang itu kita akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat supaya masyarakat bisa mengetahui, berarti masyarakat bersiap lari,”ungkap Plt Kasubid Kesiapsiagaan BPBD Sulteng, Ashrafuddin kepada sultengnews, Jumat (12/02/2021).

Menurut Ashrafuddin, EWS akan memberikan peringatan dini kepada masyarakat apabila terdapat gempa, karena EWS juga dapat mendeteksi suhu tanah.

“Jadi alat EWS ini ketika terjadi bencana dia akan memberikan peringatan, misalnya ketika terjadi gempa, karena ini EWS untuk likuifaksi jadi ada pengukur suhu tanah, nanti alatnya akan ditanam di dalam tanah,”jelasnya.

Ashrafuddin menerangkan, peringatan yang berikan EWS yaitu melalui bunyi sirine.

“Ketika suhu tanah berubah di dalam, maka akan ada getaran, dia akan berbunyi,”terangnya.

EWS tersebut, kata Ashrafuddin, sebagai cara untuk meminimalisir korban terdampak gempa dan likuifaksi.

“Tapi mudah-mudahan tidak terjadi gempa lagi, karena ini cuman untuk safety saja, jadi kalau ada gempa kita sudah bisa tau, meminimalisir korban sebenarnya, kalau misalnya terjadi, tapi mudah-mudahan tidak, namun kita harus antisipasi semuanya dengan alat itu,”ucapnya.

Ashrafuddin menyampaikan, bahwa pihaknya akan tetap memberikan mitigasi bencana terhadap masyarakat, terlebih lagi alat ini menyangkut bunyi, sehingga perlu mitigasi secara masif.

“Kita tetap akan sosialisasi kepada masyarakat tentang alat deteksi dini ini, kalau kita tidak sosialisasi agak susah nanti, karena menyangkut bunyi, minimal masyarakat bisa tau kalau bunyi ini harus kemana, harus lari misalnya, harus mengungsi, setelah terpasang,”pungkasnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *