Parigi Tengah dan Kelurahan Bantaya Rentan Politik Uang

oleh -
Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar lembaga Bawaslu Kabupaten Parigi Moutong, Hj Fatmawaty. FOTO : INTAN ARIF

PARIGI, SULTENGNEWS.COM -Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar lembaga Bawaslu Kabupaten Parigi Moutong, Hj Fatmawaty mengungkapkan beberapa wilayah di Parigi Moutong rentan dengan politik uang.

Hal itu ia katakan menyikapi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan dilaksanakan pada 23 September 2020.

“Wilayah-wilayah yang rentan dengan politik uang di Kabupaten Parigi Moutong yakni Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi dan Kecamatan Parigi Tengah,”ujar Fatmawaty, Rabu (18/3/2020).

Hal itu diketahui dari kejadian sebelumnya di dua wilayah tersebut, dimana Kelurahan Bantaya dan Kecamatan Parigi Tengah saat pemilihan legislatif tahun 2019, Bawaslu mendapati adanya politik uang yang dilakukan salah seorang calon anggota legislatif untuk memperoleh sejumlah suara di wilayah tersebut.

“Atas dasar itulah, kami mengindikasikan bahwa ke depan di wilayah itu akan berpotensi terjadi politik uang kembali,” ujar dia.

Untuk itu agar tindakan tersebut tidak terjadi lagi, pihaknya melakukan pencegahan agar wilayah itu tidak lagi dijadikan sasaran sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal serupa. Salah satunya dengan melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) kepada masing-masing lurah dan kepala desa untuk menjadikan dua wilayah itu anti politik uang.

“Harapannya setelah kejadian kemarin dan pendatanganan MoU, timbul kesadaran dimasyarakat agar tidak terjadi lagi,” tambah dia.

Selain itu, agar MoU tersebut dapat menyentuh langsung masyarakat, pihaknya berkeinginan membuat sosialisasi tentang kepemiluan dengan melibatkan masyarakat di Kelurahan Bantanya dan Kecamatan Parigi Tengah.

Dia mengimbau agar pihak desa dan kelurahan bersama-sama masyarakat, dapat bersama-sama menjaga jalannya Pilkada.

Politik uang hanya akan merugikan calon pemilih, karena memutuskan pilihannya hanya berdasarkan besaran uang bukan program-program yang dijanjikan calon wakil rakyat untuk lima tahun ke depan.

“Sedangkan dalam aturan, politik uang itu sudah melanggar,” tutup Fatmawaty. INT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *