Pansus Padagimo Kunjungi NTB Pelajari Penanganan Bencana

oleh -
Anggota Pansus Padagimo DPRD Sulteng saat diterima Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr H Zulkieflimansya, SE, M.Sc di ruang kerjanya pada Selasa (11/08/ 2020). FOTO : IST

NTB, SULTENGNEWS.COM – Rombongan Pansus Pengawasan Rehab Rekon Bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) DPRD Sulteng diterima Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansya, SE, M.Sc di ruang kerjanya pada Selasa (11/08/ 2020).

Rombongan Pansus yang dipimpin Drs. H. Budi Luhur Larengi membawa hampir seluruh personil Pansus yakni Wakil Ketua Ir Elisa Bunga Allo, Sekretaris Wiwik Jumatul Rofiah S.Ag, MH dan anggotanya terdiri dari Hidayat Pakamundi SE, Dr Ir Alimuddin Paada MS, H Ambo Dalle, Aminullah BK, Yahdi Basma SH, Ronald Gulla ST, Fairus Husen Maskati, H Suryanto SH, Enos Pasaua dan Erwin Burase, ikut serta mendampingi dari instansi tehnis yakni Kepala Biro Adwilpem Drs. Arfan, M.Si, Plt Kadis Perumahan dan Kawasam Pemukiman Provinsi Sulteng Siti Buhafia, serta Sekretariat DPRD Provinsi Sulteng.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB yang sebelumnya merupakan mantan anggota DPR RI dua periode dari dapil Banten, memberikan sedikit bocoran dan resep bagaimana memperoleh suntikan dana dari berbagai pihak, terutama dari APBN untuk mendorong percepatan penanganan pasca bencana.

”Tanpa bantuan APBN atau pemerintah pusat, sulit kita keluar dari berbagai masalah, terutama anggaran, ” kata gubernur alumi Harvard University ini.

Seusai diterima gubernur, selanjutnya rombongan mendapatkan pemaparan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB Ir Ahmadi ST soal pengalaman pihaknya dalam menangani rehab rekon bencana di daerah yang juga terkenal dengan destinasi alam dan budaya ini.

Ada banyak hal dipaparkan oleh Kepala BPBD ini antara lain, menyangkut cukup banyaknya biaya pendampingan atau fasilitator, pembuatan Perda
Tahan Gempa, melakukan review terhadap tata ruang wilayah ( RUTRW), penyusunan Perda bangunan tahan gempa dan Perda Pemasangan Instrumen Kebencanaan.

”Jadi sejumlah persoalan tersebut sudah dibuatkan Perdanya dan inisiatifnya DPRD, ” kata Ahmadi.

Jika di Sulteng ada istilah Huntara dan Huntap, maka di NTB ada juga sebutan Risa atau Rumah Instan Sederhana, Rika atau Rumah Instan Kayu dan Riko atau Rumah Instan Konfensional. Ketiga model rumah tersebut, didesain khusus tahan gempa.

Seusai mendapatkan pemaparan panjang lebar di aula Kantor Gubernur, rombongan Pansus selanjutnya menuju DPRD NTB dan diterima oleh Sekretaris Komisi I H Rais Ishak SH.

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga legislatif tersebut lebih pada tukar menukar informasi tentang kegiatan rutin kedewanan, misalnya soal kegiatan Reses, sosialisasi Perda dan sejumlah dinamika yang berkembang di lembaga wakil rakyat tersebut juga ikut di bicarakan.***

HumPro Setwan DPRD Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *