Pansus Padagimo DPRD Sulteng Akan Datangi Wali Kota Palu

oleh -
Ketua Pansus Padagimo Budi Luhur Larengi bersama tim pansus lainnya saat turun melihat langsung kondisi korban bencana 28 September tahun 2018. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Panitia khusus (Pansus) DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) akan mendatangi Wali Kota Palu guna membicarakan permasalahan sengketa tanah untuk pembangunan Hunia Tetap (Huntap) di Kelurahan Petobo, Kota Palu.

Hal itu disampaikan Ketua Pansus Padagimo DPRD Sulteng, Budi Luhur Larengi selesai rapat internal Pansus di Cafe Rakyat DPRD Sulteng, Jumat (10/07/2020).

“Kesimpulannya pada rapat kita hari ini akan bertemu Wali Kota Palu, karena beliau sudah pernah di undang tapi tidak datang, maka kita akan langsung ke kantor Wali Kota,”pungkasnya.

Dikatakan, Pansus Padagimo akan mendatangi langsung Wali Kota Palu, karena dalam aturan itu dibenarkan, pansus hanya meminta apa yang menjadi kendala terhadap persoalan yang ada di Kelurahan Petobo.

Dia menegaskan, keinginan Pansus Padagimo hanya satu yakni harus berdiri Huntap di Petobo dalam waktu dekat.

“Persoalan yang lain, nanti itu urusan belakangan yang terpenting mimpi warga Petobo bisa terpenuhi, setidaknya bisa tidur tenang di Huntap,” tegasnya.

Menurutnya, Pansus Padagimo akan bicarakan dengan Wali Kota Palu, BPN Provinsi Sulteng, BPN Kota Palu dan BPN Kabupaten Sigi untuk menanyakan kemampuan anggaran Kota Palu untuk menyelesaikan persoalan lahan ada berapa. Kalau ada ganti rugi 50 miliar misalkan, kemudia Kota Palu hanya punya kemampuan 20 miliar, maka akan carikan 30 miliar lagi, apakah ke provinsi atau ke pusat.

Dia juga menambahkan, Pansus Padagimo juga akan datang ke Kabupaten Parigi Moutong Senin (13/07/2020) untuk dialog dengan Bupati Parigi Moutong, meminta apa yang menjadi kendala terkait dengan penyaluran dana bencana dan sudah berapa banyak masyarakat yang mendapatkan haknya.

“Pansus tidak mau dinina bobokan dengan yang baik-baik saja. Jangan-jangan kunjungan hanya diantarkan ke tempat yang baik-baik semua, tapi yang jeleknya itu dimana, itu yang kita mau kita buka,”ujarnya.

“Kita bukan datang untuk investigasi. Pansus itu datang untuk memediasi, bukan mencari siapa salah dan siapa benar,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *