Panen Perdana Kelompok Tani “Tabang” Desa Manimbaya ; Warga Desa Kini Tak Perlu Lagi Belanja Sayur ke Pasar

oleh -
Program Manager (PM) PKBI JMK OXFAM, Haris Ch. Oematan saat saat panen sayuran kelompok tani “Tabang” Desa Manimbaya, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala. FOTO : MEDCOM PKBI JMK OXFAM

DONGGALA, SULTENGNEWS.COM – Terik matahari yang menyengat, tak melunturkan semangat ibu – ibu kelompok tani “Tabang” Desa Manimbaya untuk berangkat ke kebun guna membersihkan rumput – rumput di kebun sekaligus melakukan panen perdana sayuran yang mereka tanam.

Kelompok tani “Tabang” Desa Manimbaya, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala adalah salah satu kelompok tani yang mendapat bantuan modal usaha dari sector livelihood PKBI JMK OXFAM. Anggota kelompok ini berjumlah 15 orang, semuanya ibu – ibu yang sebelumnya juga biasa bertani membantu suami mereka. Bahkan ada beberapa diantaranya adalah perempuan kepala keluarga yang biasa bertani hanya menumpang di lahan orang lain.

Ibu – Ibu Kelompok Pertanian “Tabang” Desa Manimbaya, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala saat panen perdana bersama Lead Recovery PKBI JMK OXFAM, Yospina Liku La’bi. FOTO : MEDCOM PKBI JMK OXFAM

Nama kelompok “Tabang” diambil dari nama lorong menuju ke lokasi pertanian ibu – ibu itu yang jaraknya kurang lebi hanya 500 meter dari perkampungan warga di desa paling ujung Kecamatan Balaesang Tanjung itu.

Sebelum tergabung dalam satu kelompok tani, ibu – ibu itu melakukan aktivitas rutin yakni membantu suami di kebun, mengurus anak dan mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak dan mencuci. Karena tidak memiliki aktivitas sendiri untuk menghasilkan uang, akhirnya pendapatan mereka sangat tergantung dari pendapatan suami mereka masing – masing.

Masuknya program bantuan usaha dari sector livelihood PKBI JMK OXFAM, membuat ibu – ibu di desa itu bersemangat dan bergairah untuk berkebun, karena jika hasil pertanian mereka banyak bisa dikonsumsi sendiri dan bisa juga di jual ke warga atau ke pasar.

Anggota Kelompok “Tabang” Ibu Tapari saat panen sayur – sayuran yang mereka tanam di lahan mereka setelah dapat bantuan modal dari PKBI JMK OXFAM. FOTO : MEDCOM PKBI JMK OXFAM

Pada awal Agustus 2020 setelah mencairkan bantuan modal usaha dari PKBI JMK OXFAM melalui sector livelihood, ibu – ibu yang berjumlah 15 orang itu mulai membuka lahan kebun untuk ditanami berbagai jenis sayuran. Dibantu suami – suami mereka saat pembukaan lahan pertama, kelompok tani “Tabang” itu sangat bersemangat karena mereka sangat yakin usaha mereka ada berhasil, karena terus didamping PKBI JMK OXFAM.

Benar saja, setelah kurang lebih dua bulan menggarab kebun itu mulai dari membersihkan lahan, membeli bibit, menanam serta memelihara dengan baik semua tanaman, akhirnya pada pertengahan Oktober 2020 kelompok tani “Tabang” itu mulai menikmati hasilnya. Mereka mulai melakukan panen perdana berbagai jenis sayuran yang mereka tanam di kebun itu seperti kacang panjang, pare, tomat, rica, timun, bayang, terong dan jagung.

Hasil dari panen perdana itu, sebagian dikonsumsi sendiri oleh anggota kelompok dan sebagiannya lagi di jual ke warga desa setempat dan beberapa juga dijual ke desa tetangga di Kecamatan Balaesang Tanjung itu.

“Dulu kita bertani hanya untuk kebutuhan saja, tidak ada yang bisa disimpan. Tapi alhamdulilah dengan adanya bantuan dari PKBI JMK OXFAM ini, hasil panen sudah ada yang bisa kami simpan walaupun atas nama kelompok,” cerita Ibu Tapari, salah satu anggota kelompok tani “Tabang” Desa Manimbaya kepada Medcom PKBI JMK OXFAM di lokasi pertaniannya, Minggu (25/10/2020).

Salah seorang anggota kelompok “Tabang” yang melakukan panen kacang Panjang di lahan yang mereka garab berkat bantuan modal dari PKBI JMK OXFAM. FOTO : MEDCOM PKBI JMK OXFAM

Menurut Ibu Tapari, setelah kebun kelompok tani “Tabang” Desa Manimbaya itu berhasil, kini warga desa manimbaya tidak lagi membeli sayuran dari penjual sayur yang masuk ke desa itu. Warga Desa Manimbaya kini sudah bisa mendapatkan langsung sayur segar dari kebun kelompok tani “Tabang” itu. Bahkan warga biasa datang langsung ke kebun itu untuk membeli sayuran seperti kacang panjang, terong, bayang dan timun.

“Beberapa hari lalu ada warga dari Desa Ketong yang melaksanakan pesta, datang beli sayur langsung di kebun. Banyak yang mereka beli seperti kajang Panjang, pare, bayang dan timun,” ujar Ibu Tapari.

Saat ini, kelompok tani “Tabang” tengah memikirkan tempat penjualan hasil panen kebun mereka dalam jumlah besar. Sebab mereka tak bisa terus menerus bergantung pada pembeli dari Desa Manimbaya dan desa tetangga saja, karena mereka datang membeli hanya saat mereka butuh dan itu pun jumlanya tidak terlalu banyak. Sementara hasil kebun sangat melimpiah.

“Semoga kedepan PKBI JMK OXFAM bisa juga membantu mencarikan pasar tempat kami menjual hasil panen kebun ini dalam junmlah besar,” harap Ibu Tapari.

Lead Recovery PKBI JMK OXFAM, Yospina Liku La’bi bersama Program Manager (PM) Haris CH. Oematan yang berkesempatan berkunjung langsung ke kebun kelompk tani “Tabang” Desa Manimbaya itu, memberikan apresiasi yang tinggi atas semangat ibu – ibu kelompok tani itu.

Ibu – Ibu Kelompok Tani Desa Manimbaya foto bersama Lead Recovery PKBI JMK OXFAM, Yospina Liku La’bi usai panen perdana. FOTO : MEDCOM PKBI JMK OXFAM

Bahkan Lead Recovery sempat memborong beberapa sayuran yang dipanen langsung di kebun itu seperti kacang panjang, timun, pare dan tomat.

“Luar biasa semangatnya ibu – ibu kelompok tani Desa Manimbaya ini. Saya sangat bangga bisa berkunjung ke desa ini sekaligus bisa bertemu dengan ibu – ibu anggota kelompok tani yang sangat luar biasa,” ujar Yospina Liku La’bi saat melakukan monitoring langsung ke kebun warga itu.

Yospina berjanji akan mencarikan solusi terkait pasar yang bisa membeli semua hasil panen kelompok tani dalam jumlah besar, sehingga hasil panen kelompok tani itu dapat membantu perekonomi anggota kelompoknya.

“Nanti kita akan carikan solusi bersama terkait pasar ya ibu – ibu. Semoga ada pasar yang bisa menjadi tempat penjualan hasil panen kebun dalam jumlah besar, sehingga ibu – ibu tidak perlu khawatir menanam sayuran yang banyak,” tutupnya.

Setelah melakukan diskusi dan panen perdana bersama anggota kelompok tani “Tabang” itu, Lead bersama PM lalu melanjutkan menitoring dengan melihat beberapa pembangunan seperti jaringan air dukungan kepada kelompok livelihood, serta pembangunan Multi Porpose Center (MPC) atau Gedung serbagu guna di Desa Manimbaya itu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *