Ombudsman Sulteng Minta Pemprov dan Pemkot Tunjuk Satu Juru Bicara Covid 19

oleh -
Kepala Ombudsman Perwakilan Sulteng, Sofyan Farid Lembah. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Seiring terus merebaknya virus corona atau covid 19 di Indonesia yang akhirnya sampai juga ke Sulteng, Ombudsman Perwakilan Sulteng meminta agar Gubernur dan Walikota menunjuk satu juru bicara Covid 19 di Kota Palu dan Pemprov Sulteng.

“Jika saya perhatikan beberapa media baik cetak maupun online, masing – masing memiliki narasumber yang berbeda terkait data dan perkembangan penanganan virus vorona di Sulteng. Hal ini bisa membuat bingung masyarakat,” ujar Kepala Ombudsman Perwakilan Sulteng, Sofyan Farid Lembah kepada sultengnews.com, Senin (30/3/2020).

Dikatakan, setidaknya ada lima narasumber yang selalu dihubungi wartawan ketika bertanya data dan perkembangan pasien covid 19 di Kota Palu dan Sulteng yakni Kepala Dinas Kesehatan Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Kepala Dinas Kesehatan Palu dr. Husaema, Direktur RS Undata dr. I Komang Adi Sujendra, Dirut RS Anutapura Palu dr. Hery Mulyadi dan Karo Humas Pemprov Sulteng Haris Kariming.

“Agar tidak membingungkan masyarakat, cukup satu saja di tingkat Kabupaten/Kota yang ditetapkan oleh Bupati dan Walikota, serta satu juga ditingkat provinsi, sehingga informasinya satu pintu agar data sama dan tidak membingungkan masyarakat karena terlalu banyak sumber informasi,” ujarnya.

Kepala Ombudsman Sulteng juga meminta agar gugus tugas covid 19 setiap hari bisa merilis data melalui juru bicara yang telah ditunjuk baik di tingkat kabupaten/kota maupun di tingkat provinsi, sehingga update informasi covid 19 di Sulteng dapat diketahui masyarakat setiap harinya dari satu sumber yang sudah ditunjuk.

“Tapi juru bicara yang ditunjuk, harus siap selalu jika ada media yang mengonfirmasi perkembangan covid 19 di Sulteng. Jangan setelah ditunjuk, media susah melakukan konfirmasi. Akhirnya media terpaksa mencari sumber informasi lain, karena juru bicara lambat memberikan respon,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya satu juru bicara yang telah ditetapkan, maka narasumber lainnya bisa mengarahkan media untuk menghubungi juru bicara covid 19 saja jika ada yang harus dikonfirmasi kepadanya. Dengan begitu, informasinya menjadi satu pintu dan tidak membingungkan masyarakat.

“Kalau sudah satu pintu, update perkembangan covid 19 di Sulteng juga lebih mudah diketahui masyarakat dan tidak membingungkan,” tutupnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *