Nekat Simpan Sabu 3,9 Kg, Pegawai Lapas Palu Sebut Untuk Beli Susu dan Popok Anak

oleh -
Dua pegawai lapas 1A Petobo, Kota Palu, Sulteng berinisial RM (kiri) dan RF (kanan) yang memilki 3,9 kg sabu saat diamankan Satreskrim Polres Palu. FOTO : SULTENGNEWS.COM

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dua pegawai Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas 1A Petobo , Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) RM (29) dan RF (37) diringkus Tim Opnal Satnarkoba Polres Palu pada Sabtu (1/10/2021), karena kedapatan menyimpan 3,9 kg sabu.

Kapolres Palu, AKBP Bayu Indra Wiguno mengatakan, barang haram itu didapatkan dari Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Namun, belum diketahui tersangka menggunakan jalur laut atau darat mendapatkan sabu tersebut.

“Dijemput sendiri dari Parigi,”ucap AKBP Bayu Indra Wiguno dalam konferensi pers di kantornya, Senin (4/10/2021).

Ditanyakan kepada salah satu tersangka RM, sejak kapan ia memulai bisnis kotor tersebut. Dia menjawab baru kali ini memulainya.

“Nanti ini,”singkatnya.

Akan tetapi, RM menyebut, dirinya bukanlah pengedar sabu, ia hanya dititipkan sabu seberat 3,9 kg tersebut.

“Bukan saya penjualannya, cuman dititipkan saja nanti ada yang jemput,”ujarnya.

Saat ditanyakan berapa bagian yang ia dapatkan dalam penitipan itu. RM mengaku diberikan uang senilai Rp 2 juta.

“Rp 2 juta pak,”akuhnya.

Mirisnya, RM nekat menerima penitipan sabu karena alasan kebutuhan keluarga. Sebab, pendapatan dari penitipan sabu dari rekannya itu untuk pembelian susu dan popok anaknya.

“Kebutuhan keluarga untuk beli susu dan popoknya anak,”tutur RM.

Kepada kedua terduga disangkakan dengan pasal 114 ayat 2 ancaman paling singkat 6 tahun paling lama 20 tahun dan subsider 112 ayat 2 junto pasal 132 ancaman paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.