NasDem Ingin Rakyat Diberdayakan Ditengah Bencana

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sigi, Muhamad Masykur mengatakan, bencana alam banjir bandang yang kerap melanda beberapa daerah di Kabupaten Sigi mengonfirmasi kepada kita bahwa pengelolaan daerah ini tidak bisa tidak mesti diperlakukan secara khusus. Memang sudah semestinya yang harus dilakukan seperti itu.

“Tidak bisa lagi perlakuan melalui pendekatan pembangunan dilakukan secara standar dan normatif. Sebagaimana yang dilakukan selama ini, katanya,” ujar Maskur melalui siaran persnya kepada media ini, Senin (16/12/2019).




Apalagi menurut Masykur, jika model pendekatan itu hanya dilakukan sebatas ancaman terhadap adanya praktek illegal logging. Sebab, praktek seperti itu, hanyalah satu faktor dari banyak soal yang melingkupi problem mendasar di masyarakat.

“Yakni masalah yang terkait lapangan kerja dan pemenuhan tingkat kesejahteraan rakyat. Terbatasnya akses lapangan kerja, sudah tentu berkorelasi langsung dengan desakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup rakyat,” jelasnya.

Dalam konteks seperti itu lanjutnya, kehadiran negara melalui tangan pemerintah daerah jadi garda terdepan dalam meredasain dan mengkonstruksi model pendekatan pembangunan di mana ada ruang dan akses terhadap pembukaan lapangan bagi rakyat.

Tanpa langkah kongkrit untuk menyelesaikan problem pokok rakyat, pembukaan lapangan kerja, maka sudah pasti semua pihak hanya akan terus menerus disibukkan dengan penanganan bencana.

Sementara disaat yang sama, rakyat butuh solusi programatik yang memuat tentang harapan dan jalan keluar atas masalah pengentasan kemiskinan. Sebab, penyelesaian problem mendasar pasca bencana hanya itu yang dibutuhkan rakyat.




Itu dimaksudkan jika ingin merekatkan antara sumber daya manusia dan sumber daya alam dalam program pengurangan resiko bencana yang terintegrasi. Tidak parsial apalagi represif, karena praktek seperti itu sudah terbukti gagal dan tidak memberdayakan rakyat.

“Kita yakin rakyat merindukan peta jalan terobosan program lebih maju dan baru, dimana ada berkah yang bisa dipetik dibalik hidup ditengah wilayah yang kerap dilanda bencana,” tutup Masykur. FUL/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *