Narasumber Pemotongan BLT di Desa Anutapura Mendapat Intimidasi

oleh -

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Narasumber atas nama Iis Ariska yang berani mengungkap dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Anutapura, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong mendapat intimidasi dari oknum yang diduga pendukung pemotongan tersebut.

Hal itu terlihat dari komentar-komentar jahat yang bertebaran di dinding akun milik Iis media. Akun-akun yang diduga melakukan intimidasi di media sosial itu yakni akun atas nama Sucira Daesilatu dan Mella Chelsea Zivilia.

Dari pantuan media ini, Senin (8/6/2020) keduanya terlihat aktif membantah unggahan Iis. Bahkan keduanya tidak segan-segan mengancam ingin melaporkan narasumber sultengnews.com ke pihak berwajib karena dianggap telah mencemarkan nama baik aparat desa dan desa juga menyebarkan informasi keliru padahal narasumber tersebut bukanlah warga penerima BLT tetapi memberikan pernyataan yang ia sendiri tidak ketahui faktanya.

Keduanya kelihatan aktif membantah unggahan Iis sampai ikut menjawab tudingan miring dari netizen lain dengan mengarahkan opini bahwa Iis tidak punya hak berkomentar. Tujuannya agar fokus pandangan warganet tidak terarah pada pemotongan BLT, tetapi kesalahan Iis karena telah mengunggah informasi tidak benar.

“Ini bukan kritik namanya, tapi pencemaran nama baik. Yang terlibat di dalam banyak, kalo kritik bukan begini caranya. Dia minta penjelasan di medsos apa dia tidak tau sekarang UU IT. Coba otaknya dipergunakan. Kalo keberatan orangtuanya atau yang merasa keberatan itu datang ke kantor apa susahnya. Itu kantor desa bukan di gunung atau dalam laut, bisa dijangkau dengan jalan kaki. Santai-santai ke sana. Nah ditanya sama ortunya. Ini kenapa dia yang so baurat,” tulis akun Sucira.

Kemudian dilanjutkan dengan akun atas nama Mella Chelsea Zivilia,”Hai sang pembuat status dimana rimbamu dari ade, ade ipar, ortu sampe orang terdekatmu tidak mau bikin pengakuan. Sebenarnya situ sarjana apa kalo boleh tau. Kenapa cara berpikir orang berpendidikan seperti anda dangkal. Mo buat statment itu harus akurat dan terpercaya. Dan satu lagi bukti serta narasumber harus jelas. Saya kira ngana cukup mengerti karena ngana sarjana toh,” tulis Mella.

Sementara itu Iis Ariska kepada sultengnews.com mengaku terintimidasi dari komentar-komentar menyudutkan dari akun Sucira Daesilatu dan Mella Chelsea Zivilia.

“Saya rasa diintimidasi kak. Karena dorang dua terus yang ‘bagas’ dari tadi. Baru nama orangtua disebut-sebut,”ujar Iis dalam pesan singkat.

Sementara itu, Pegiat Hukum di Parigi Moutong, Saiful SH menilai apa yang disampaikan kedua akun atas nama Sucira Daesilatu dan Mella Chelsea Zivilia, telah melakukan intimidasi gaya baru yang dilakukan orang atau sekelompok yang pro atau mendukung dugaan pemotongan dana BLT itu.

Dugaan intimidasi yang dilakukan dengan cara menyerang atau menekan psikis narasumber atau pelapor via medsos atau yang disebut intimidasi digital.

“Selain dugaan intimidasi digital, ini juga termaksud presekusi gaya baru,”terang Saiful.

Ia yakin dengan serangan siber tersebut pelapor yang ingin bersuara tertekan secara psikis. Jika dibiarkan terus, akan memberikan contoh buruk dan pembiaran di masyarakat terutama di dunia maya.

“Padahal hal itu tidak dibolehkan. Yang salah tidak boleh ditutupi,”tutup dia. INT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *