Musyawarah IKAHUT Untad, Kuatkan Peran Rimbawan Tadulako

oleh -

Dalam Mendukung Pembangunan Kehutanan di Sulawesi Tengah

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ikatan Alumni Kehutanan Universitas Tadulako (IKAHUT Untad) akan menyelenggarakan Musyawarah IV dengan mengangkat tema ‘Sinergitas Alumni Dalam Penguatan Peran Pembangunan di Sektor Kehutanan, di hari Sabtu (15/1) mendatang.

Musyawarah nantinya di selenggarakan secara virtual dengan pertimbangan masa pandemi covid-19 dan imbauan pemerintah mengurangi aktivitas yang berkerumun untuk memproteksi tidak terjadinya transmisi lokal Covid-19.

Ketua IKAHUT Untad, Dr. Sudirman Dg. Massiri, S.Hut, M.Sc, mengatakan, alumni kehutanan Untad sejatinya memiliki tanggung jawab dalam mendukung pembangunan kehutanan daerah. Dengan bekal disiplin ilmu yang telah didapatkan, maka alumni dipandang penting dalam menguatkan pembangunan kehutanan termasuk juga dalam peran alumni dalam mekanisme kontrol dan implementasi kebijakan kehutanan.

Momentum musyawarah, lanjut Sudirman, untuk merapatkan kembali barisan mengimplementasikan cita-cita organisasi agar bisa tercapai dan berjalan sebagaimana mestinya.

“IKA Kehutanan (IKAHUT) berada di bawah IKA Untad, meskipun begitu, sebenarnya IKA Kehutanan memiliki tanggung jawab yang cukup besar soal bagaimana menguatkan pembangunan kehutanan di Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkapnya kepada sejumlah awak media, Kamis (13/1/2022).

“Kita mau mengangkat tema ‘sinergitas’ melalui momentum ini, membangun sinergi sesama alumni, sehingga organisasi menjadi media kita berkomunikasi. Kita mau membangun komunikasi sesama alumni, memunculkan peran yang bakal kita berikan terhadap pembangunan kehutanan,” kata dia menambahkan.

Ia menjabarkan, alumni yang di hasilkan perguruan tinggi sepeti Fakultas Kehutanan Untad harus memberikan peran yang kuat terhadap sektornya.

Alumni dapat memanfaatkan khasanah pengetahuannya sewaktu di masa perkuliahan untuk melihat potensi keberpihakan kebijakan sektor kehutanan yang berkelanjutan.

“Kehutanan itu besar pengaruhnya, meskipun masih terhitung muda, yang kita harapkan adalah penguatan peran dan sinergi alumni. Beberapa alumni kita sudah malang melintang di instansi ataupun di organisasi-organisasi yang menyentuh sektor kehutanan. Tetapi kalau kita mau jujur, peran dari pada alumni kehutanan di Untad masih kecil sekali,” katanya.

“Kalau kita berkaca kepada alumni-alumni kehutanan di perguruan tinggi lain, mereka itu banyak mempangaruhi kebijakan-kebijakan kehutanan bahkan di tingkat nasional, tetapi kita yang berada di daerah yang notabenenya memiliki ciri khas dan permasalahan tersendiri, kita tidak boleh lepas berperan seperti di perguruan tinggi lainnya, mereka punya peran, posisi tawar, jaringan  yang kuat untuk mengoptimalkan alumninya untuk bisa bekerja, itu juga tidak kalah penting yang coba kita bangun kedepan,” ungkapnya.

Disamping itu, lanjutnya, IKAHUT Untad diharapkan memberikan input kepada perguruan tinggi (Fakultas Kehutanan Untad) untuk menggali ilmu pengetahuan terbarukan, menyesuaikan dengan perkembangan isu strategis sektor kehutanan.

“Alumni itu kan bekerja, tentu tahu, apakah ilmu yang diajakan di perguruan tinggi terpakai atau tidak, yang mengoreksi itu adalah alumni, bahwa sebenarnya kita membutuhkan ilmu A misalnya, dan ilmu B yang kita tidak butuhkan, peran kontrol ini harus hidup,” tuturnya.

Menurutnya, dalam musyawarah itu, bukan hanya pergantian regenerasi kepengurusan, tetapi mampu menghasilkan komitmen seperti rambu-rambu rekomendasi, apa yang mau dilakukan IKAHUT kedepan, di kepengurusan baru.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.