Mulai Hari ini, Kota Palu Masuk Pengetatan PPKM Mikro

oleh -
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pengarahan dalam penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI kepada alumni program Kartu Prakerja di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (8/4/2021). Pemberian KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR BNI yang hingga 31 Maret 2021 telah mencapai Rp7,1 triliun bagi 72 ribu penerima di seluruh Indonesia. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

JAKARTA, SULTENGNEWS.COM – Kota Palu masuk sebagai salah satu kota dari 43 kota yang terkena pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/7/2021).

Menurut Airlangga, ada 43 kabupaten/kota yang dikenakan pengetatan ini mulai dari 6 Juli 2021 sampai 20 Juli 2021 mendatang. 43 kota tersebut tergolong dalam assemen 4 dalam kondisi Covid-19.

“Kami memutuskan perpanjangan PPKM Mikro, mulai 6 sampai 20 juli terkait di luar Pulau Jawa dan Bali. Ini selaras dengan PPKM Darurat Jawa Bali,” ujar Airlangga seperti dilansir CNBC Indonesia.

Berikut ini daftar 43 kota yang dikenakan pengetatan PPKM Mikro oleh pemerinta.

  1. Sulawesi Tengah, Kota Palu.
  2. Sulawesi Tenggara, Kota Kendari
  3. Sulawesi Utara, Kota Manado
  4. Sulawesi Utara, Kota Tomohon
  5. Aceh Kota Banda Aceh
  6. Bengkulu, Kota Bengkulu
  7. Jambi Kota Jambi
  8. Kalimantan Barat, Kota Pontianak
  9. Kalimantan Barat, Kota Singkawang
  10. Kalimantan Tengah, Kota Palangkaraya
  11. Kalimantan Tengah, Lamandau
  12. Kalimantan Tengah, Sukamara
  13. Kalimantan Timur, Berau
  14. Kalimantan Timur, Kota Balikpapan
  15. Kalimantan Timur, Kota Bontang
  16. Kalimantan Utara, Bulungan
  17. Riau Bintan
  18. Riau Kota Batam
  19. Riau Kota Tanjung Pinang
  20. Riau Natuna
  21. Lampung Kota Bandar Lampung
  22. Lampung Kota Metro
  23. Maluku Kepulauan Aru
  24. Maluku Kota Ambon
  25. NTT Kota Mataram
  26. NTT Lembata
  27. NTT Nagekeo
  28. Papua Boven Digoel
  29. Papua Kota Jayapura
  30. Papua Barat Fak Fak
  31. Papua Barat Kota Sorong
  32. Papua Barat Manokwari
  33. Papua Barat Teluk Bintuni
  34. Papua Barat Teluk Wondama
  35. Riau Kota Pekanbaru
  36. Sumatera Barat Kota Bukittinggi
  37. Sumatera Barat Kota Padang
  38. Sumatera Barat Kota Padang Panjang
  39. Sumatera Barat Kota Solok
  40. Sumatera Selatan Kota Lubuk Linggau
  41. Sumatera Selatan Kota Palembang
  42. Sumatera Utara Kota Medan
  43. Sumatera Utara Kota Sibolga

Adapun pengetatan tersebut adalah :

  1. Perkantoran wajib bekerja di rumah (WFH) sebanyak 75% sehingga WFO hanya 25%.
  2. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online.
  3. Sektor esensial bisa tetap beroperasi 100% dengan pengaturan jam oerasional dan protokol kesehatan.
  4. Untuk makan (dine in) di restoran dibatasi hanya 25% dan maksimal sampai pukul 17.00. Sementara untuk take away dibatasi sampai pukul 20.00.
  5. Mal tetap boleh buka sampai maksimal pukul 17.00 WIB dengan kapasitas 25%.
  6. Proyek konstruksi bisa beroperasi sampai 100%.
  7. Kegiatan keagamaan di rumah ibadah ditiadakan.
  8. Semua fasilitas publik ditutup sementara.
  9. Seluruh kegiatan seni dan budaya ditutup.
  10. Seluruh kegiatan seminar dan rapat ditutup.
  11. Untuk Transportasi umum akan diatur oleh Pemda untuk kapasitas dan protokol kesehatan.

Sumber : CNBC INdonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *