Mulai Berlaku Rambu Tanda Larangan Melintasi Jalan Danau Lindu, Kota Palu

oleh -
Jalan Danau Lindu telah terpasang rambu tanda larangan melintas. FOTO : IST

Bagi Pengguna Jalan dari Jalan Teuku Umar-Jalan Gajah Mada

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sejak hari Selasa (22/3/2022) kemarin, pengguna jalan dari jalan Gajah Mada-Teuku Umar, kota Palu, sudah tidak bisa lagi melintasi ke jalan Danau Lindu karena sudah terpasang tanda rambu larangan melintas.

Dari hasil pantauan dilokasi, Rabu (23/3/2022), petugas dari Dinas Perhubungan Kota Palu, sedang berjaga-jaga dalam mengatur rekayasa jalan dan mengarahkan pengguna jalan untuk tidak lagi melintasi jalan Danau Lindu, bagi pengguna jalan dari arah jalan Gajah Mada dan jalan Teuku Umar.

Terlihat pula dilokasi, lampu traffic light di simpang empat jalan Teuku Umar, Jalan Gajah Mada, Jalan Dana Lindu sudah tidak difungsikan lagi.

Namun, sementara lampu traffic light yang ada di simpang jalan Sis Aljufri, jalan Imam Bonjol arah ke jalan Gajah Mada dan baru beberapa hari diaktifkan, telah diaktifkan sebagai tanda bagi pengguna jalan untuk melakukan pemberhentian ketika lampu merah menyala dan seterusnya.

Kepala Seksi Lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu Yanni S. Tubo, mengatakan, rekayasa jalan dengan memasang traffic light di simpang jalan Sis Aljufri-Gajah Mada serta menonaktifkan traffic light di simpang jalan Teuku Umar-Danau Lindu dan memasang rambu tanda larangan di jalan Danau Lindu, tidak lain adalah dengan mengakomodir pengguna jalan yang singgah di lokasi pasar Bambaru modern, setelah diresmikan beberapa waktu lalu.

Adanya rekayasa jalan ini pun, sambung Yani, telah disepakati sebelumnya oleh seluruh instansi terkait saat dibahas di forum lalu lintas jalan se kota Palu.

“Kita sudah rapatkan di forum lalu lintas dan pada prinsipnya unsur-unsur terkait mendukung adanya kegiatan rekayasa jalan tersebut,” kata Yani kepada SultengNews.com saat ditemui langsung di ruangannya, Rabu (23/3/2022).

“Ini juga untuk bagaimana caranya bisa mengakomodir pengunjung di pasar Bambaru (biar tidak macet),” sambung dia.

Selanjutnya, setelah dilakukan rekayasa jalan tentunya dalam beberapa hari mendatang akan tetap dipantau, di survei serta dilakukan evaluasi tentang sejauh mana hasil dari setelah dilakukan rekayasa jalan tadi.

“Nanti kita survey kembali kemana semua arah kendaraan yang melintas dari misalnya jalan Ponegoro, Sis Aljufri, Imam Bonjol, Teuku Umar. Setelah itu kita evaluasi kembali lagi,” katanya menambahkan.

Secara bersamaan, Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Dishub Kota Palu Moh. Affan, meminta dan menghimbau kepada masyarakat kota Palu dan sekitarnya, khususnya bagi pengguna jalan yang sering melintas di sekitar jalan Gajah Mada, Teuku Umar dan terbiasa sebelumnya melintasi jalan ke Danau Lindu, untuk terus berhati-hati dalam berkendara serta menjaga keselamatan dalam berlalu lintas.

“Karena Jalan Danau Lindu telah dipasang rambu tanda larangan melintas, agar pengguna jalan tidak lagi melintasinya dan mencari jalan alternative lainnya untuk mengarah ke tujuan yang diinginkan,” sebutnya.

Dia tegaskan, memang pada dasarnya tingkat volume kendaraan roda dua maupun roda empat di sekitaran jalan Gajah Mada terlihat begitu tinggi jumlah volume kendaraan, namun tidak sampai menimbulkan kemacetan yang berlama-lama.

Hal ini disebabkan karena ruas jalan dari Ponegoro kearah jalan Cumi-Cumi belum dapat difungsikan akibat jembatan Palu IV Ponulele belum diperbaiki, sebagai jalan penghubung.

“Insya Allah kalau jalan Cumi-Cumi sudah bisa difungsikan kembali maka itu akan bisa membantu mengurangi dan memecah kendaraan di jalan Gajah Mada,” tegasnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.