Muchlis : Calon Walikota Harus Punya Konsep Pembangunan Yang Jelas

oleh -

Kepala Polisi Pamong Praja (Pol PP ) Suteng, Muchlis Yodjodolo saat berada di ruang kerjanya. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.com – Perhelatan politik lima tahunan di Kota Palu, tidak lama lagi akan segera bergulir. Sejumlah nama yang akan bertarung dalam Pemilihan Walikota (Pilwakot) tahun 2020 mendatang sudah bermunculan.

Mantan calon wakil walikota tahun 2010, Muchlis Yodjodolo memberikan saran kepada figur – figur yang akan maju sebagai calon Walikota dan calon Wakil Walikota kedepan, agar memiliki konsep pembangunan yang jelas, bukan hanya sekedar asal maju saja.



“Kalau mau maju dalam kontestasi Walikota Palu, harus punya konsep pembangunan yang jelas, tidak hanya wacana mimpi di atas kertas. Kondisi Kota Palu hari ini, memerlukan penanganan yang luar biasa dan ektra ordinary, dan itu juga harus dilakukan oleh figur pemimpin yang harus luar biasa,” ujal Muchlis Yodjodolo dalam sebuah grup WhatsApp (WA) yang diterima redaksi sultengnews.com, Kamis (4/7/2019).

Dikatakan, pemimpin Kota Palu kedepan harus memiliki track record yang jelas, punya pengalaman birokrasi yg mumpuni, bersih dan sudah teruji mampu mengelola heterogenitas masyarakat Kota Palu. Hal ini penting, karena Kota Palu hari ini tidak bisa dibangun hanya dengan modal popularitas pemimpinnya.

“Kota Palu harus dibangun dengan ide – ide cerdas dari pemimpin yang cerdas, serta memiliki hubungan ditingkat nasional secara jelas. Hal ini sangat penting, apalagi hari ini masyarakat Kota Palu yang baru ditimpa bencana alam sangat membutuhkan kejelasan terkait dengan kebijakan pembangunan di Kota Palu,” katanya.

“Masyarakat tidak boleh hidup dibawah bayang – bayang ketakutan akan bencana alam. Pemimpin pemerintahan Kota Palu harus memberikan jaminan untuk itu,” tambahnya.

Dia menegaskan, saat ini kurang lebih 40 ribu masyarakat Kota Palu yang masih hidup di huntara – huntara, harus diberi jaminan akan sebuah kebijakan yang jelas dan itu adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dari figur Walikota Palu kedepan. Seorang Walikota harus mampu menjelaskan kebijakan dan strategi yang harus dilakukan kepada masyarakat Kota Palu, tidak boleh hanya beretorika, semua harus terukur dan rasional.



Semua itu Muchlis, sangat penting, mengingat Walikota Palu yang akan terpilih pada Pilkada 2020, hanya akan menjabat kurang lebih 3,5 tahun, karena 2024 akan dilaksanakan Pilkada serentak

“Insya Allah saran ini, bisa menjadi salah satu alternatif pertimbangan bagi kita semua sebagai pemilih di Kota Palu pada saat menentukan pilihan Walikotanya kedepan,” tutupnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *