MTs Alkhairaat Baluase Dapat Bantuan Gedung Dari ACT

oleh -

Inilah gedung MTs Alkhairaat Baluase yang dibangun ACT agar proses belajar mengajar berjalan baik. FOTO : ZAINUL ARIFIN/SN

SIGI, SULTENGNEWS.com – Madrasah Tsanawiah (MTs) Alkhairaat Baluase, mendapatkan bantuan pembangunan gedung untuk kelancaran proses belajar mengajar dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), karena gedung sekolah itu roboh akibat gempa 28 September 2018 lalu.

“Sudah lama sekali madrasah ini tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, baik renovasi ataupun penambahan ruang kelas baru sampai akhirnya terjadi bencana pada tanggal 28 september 2018,” ujar Kepala MTs Alkhairaat Baluase, Moh. Taufik S.Ag saat berbincang dengan sultengnews.com di ruang kerjanya, Rabu (31/1/2019).

Kepala MTs Alkhairaat Baluase, Moh Taufik

Dikatakan, dengan adanya gempa yang membuat bangunan sekolah itu roboh, akhirnya sekolah itu mendapat perhatian. Namun bukan dari pemerintah, melainkan lembaga yang peduli dengan masalah bencana yakni ACT.

“Memang tahun-tahun sebelumnya, murid kami meluap sampai ke teras sekolah, karena ruangan tidak cukup. Setelah gempa terjadi, semua ruangan tidak lagi ditempati karena bangunan tua yang sebagian besarnya sudah roboh dan tak bisa digunakan lagi,” terangnya.

Dia mengatakan, gedung yang retak dan sebagian sudah roboh, sudah dibangun sejak masa Habib Idrus Bin Salim Aljufrie atau Guru Tua Sang Pendiri Alkhairaat masih hidup. Sehingga sangat wajar direnovasi atau dibangun baru, apalagi kondisinya sangat memperihatinkan pasca bencana.

“Dengan hadirnya ACT di sekolah kami, kami sangat bersyukur karena sekolah kami akhirnya mendapatkan bantuan pembangunan gedung,” imbuhnya.

Menurut Moh. Taufik, pembangunan gedung baru tersebut menelan biaya sebesar Rp1,4 Miliar dengan tiga ruang kelas dan satu ruang guru plus ruang tamu serta empat unit toilet. Diharapkan dengan gedung yang telah dibangun tersebut, dapat memotifasi siswa’siswi MTs untuk lebih giat lagi dalam belajar dan menuntut ilmu,

Sesuai perencanaan, pembangunan gedung itu, akan berakhir pada Agustus 2019 sesuai waktu yang telah ditentukan yaitu dua bulan.

“Dan selanjutnya kami sangat berterimakasih kepada ACT yang telah membantu kami dalam pengadaan gedung baru ini ” tutupnya. NUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *