Monitoring Program, Lead Recovery PKBI JMK OXFAM Terima Keluhan, Saran dan Masukan Pemdes dan Masyarakat

oleh -
Lead Recovery PKBI JMK OXFAM, Yospina Liku La'bi bersama rombongan saat monitoring kelompok usaha kue kering di Desa Toaya Vunta, Kabupaten Donggala. FOTO : MEDCOM PKBI JMK OXFAM

PALU, SULTENG – Lead Recovery PKBI JMK OXFAM, Yospina Liku La’bi melakukan monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan program disemua sektor, dengan melakukan kunjungan langsung ke desa dampingan bersama Senior Officer Logistic Tengku Rodhan, Officer HR Fajar Joko Santoso, Officer MEAL Ibnu dan beberapa assistant sector.

Dalam monitoring dan evaluasi ini, Lead Recovery meninjau sejumlah kegiatan yang dikerjakan oleh sector program baik yang sementara dikerjakan maupun yang telah selesai dikerjakan seperti pembangunan Gedung MPC, rehab Fasilitas Kesehatan, pemasangan solar lamp, rambu evakuasi, papan PHBS, papan STBM, pembanguan jaringan air bersih, fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabu (CTPS), baliho alur layanan public, baliho kampanye laki – laki baru, hingga mengunjungi kelompok usaha bentukan sector livelihood PKBI JMK OXFAM.

Kunjungan Monitoring dan Evaluasi ini, dimulai dari Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi pada Senin (12/10/2020). Di desa ini, Lead Recovery melihat langsung solar lamp yang dikerjakan sector proction yang telah terpasang, meninjau pembangunan MPC atau gedung serba guna yang dikerakan sector gender, meninjau kelompok usaha yang dibentuk sector livelihood, berkoordinasi dengan kepala Desa Rogo, serta meninjau langsung pintu air di sungai Rogo yang rencananya akan dipasangkan pintu air agar pasir tidak masuk ke sawah warga.

Pada peninjauan pintu air, Lead Recovery bersama rombongan harus berjalan kaki hingga satu kilo meter lebih pulang pergi untuk melihat langsung kondisi pintu air pasca banjir bandang yang melanda desa itu beberapa waktu lalu. Di desa ini, Lead Recovery banyak mendapatkan masukkan dan saran dari Community Organizer, kelompok usaha dan dari Pemerintah Desa (Pemdes) terkait beberapa pekerjaan dan pengembangan kelompok usaha kedepannya.

Menitoring selanjutnya dilakukan di Desa Toaya Vunta dan Desa Toaya di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala pada Selasa (13/10/2020). Di Desa Toaya Vunta Lead Recovery, Yospina Liku La’bi melakukan koordinasi lebih dulu ke Pemerintah Desa (Pemdes) yang diterima langsung Kepala Desa (Kades) Toaya Vunta, Haerun Y. Lawisa.

Lead Recovery menyampaikan beberapa program yang masuk ke desa itu dan meminta kepada Pemerintah Desa (Pemdes), untuk menyampaikan saran dan masukkan jika menemukan ada kendala dan masalah terkait dengan semua program tersebut.

Kepala Desa Toaya Vunta Haerun Y. Lawisa menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada PKBI JMK OXFAM, karena telah banyak mebantu desanya sejak awal terjadinya bencana pada Oktober 2018 lalu dan terus melakukan pendampingan hingga saat ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada PKBI JMK OXFAM, karena telah banyak membantu desa kami dari awal bencana sampai saat ini,” ujar Kepala Desa Toaya Vunta.

Setelah berkoordinasi dan melakukan diskusi, Lead Recovery bersama rombongan lalu meninjau langsung pembangunan bak penampung air didampingi Kepala Seksi Umum Desa Toaya Vunta, Saiful R. Abd Gani.

Yospina melihat langsung pembangunan bak yang berjarak kurang lebih satu kilo meter dari perkampungan itu, meninjau solar lamp, rambu evakuasi, papan PHBS, papan STBM, pembanguan jaringan air bersih, fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabu (CTPS), baliho alur layanan public, serta baliho kampanye laki – laki baru.

Selanjutnya, Lead Recovery melihat langsung kelompok usaha pembuatan kue kering dan kelompok usaha warung makan yang keduanya disuport oleh soktor livelihood. Saat meninjau kelompok usaha kue kering, Lead bersama rombongan sempat mencicipi dan membeli langsung hasil produksi kelompok usaha itu. Begitupun saat meninjau kelompok usaha rumah makan, Lead bersama rombongan juga sempat mencicipi hasil masakan dari kelompok itu yang sangat enak dan menggugah selera makan.

Dari Desa Toaya Vunta, Lead Recovery bersama rombongan malanjutkan monitoring di Desa Toaya yang merupakan desa tetangga. Di desa ini, Lead bersama rombongan juga berkoordinasi dulu dengan Pemerintah Desa (Pemdes) yang diterima langsung Kepala Desa Toaya, Ompu Jaya bersama beberapa aparat desa lainnya.

Kepada Lead Recovery, Kades Toaya mengeluhkan beberapa hal terkait program dari PKBI JMK OXFAM yang masuk ke desa itu. Seperti rehab MPC yang dikerakan oleh vendor tanpa koordinasi dulu dengan pemerintah desa, pembangunan bak penampung air yang dikerakan oleh vendor namun tidak mengikuti saran dan masukan dari tukang yang bekerja di lapangan.

“Untuk rehab MPC itu, saya tidak bisa bicara apa – apa. Silahkan ibu cek sendiri dan silahkan ibu simpulkan sendiri apakah itu sudah sesuai gambar dan RAB-nya atau tidak,” ujar Kades Toaya.

Sementara untuk pembangunan bak penampung air, Kades Toaya juga menyampaikan bahwa sejak dimulainya pembangunan pihak vendor tidak pernah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa. Bahkan vendor juga tidak mau mendengarkan saran dan permintaan dari tukang yang bekerja di lapangan.

“Tukang minta 30 tripleks agar bak itu dicor satu kaligus ke atas, namun pihak vendor hanya menyiapkan 20 tripleks. Akhirnya bak nya dikerakan sepotong – sepotong. Yang kita khawatirkan, nanti ada rebesan air di sambungan cor itu,” keluh Kepala Desa Toaya.

Kades juga mengeluhkan program Cash Transfer Program (CTP) Ketahanan Pangan untuk kelompok rentan yang awalnya direncanakan menggunakan kios di desa, namun akhirnya dibatalkan dan diganti dengan menggunakan vendor.

Menanggapi semua keluhana itu, Lead Recovery beranji akan melihat langsung semua yang dikeluhkan dan akan mencarikan solusi dengan mengundang vendor bersama sector terkait, setelah kembali dari monitoring itu.

“Nanti kita akan undang vendornya sekaligus kita carikan solusi bersama sector program yang mengerjakan pembangunan semua itu,” janji Yospina.

Terkait program CTP untuk sembako kelompok rentan, Lead Recovery menyampaikan bahwa ide untuk menggunakan kios di semua desa dampingan memang datang dari sector program untuk membantu pemberdayaan kios – kios di desa. Namun setelah itu diajukan ke OXFAM selaku donor program, rupanya ide itu tidak disetujui, karena resikonya besar dan agak sulit pengawasannya.

“Kita sudah ajukan menggunakan kios di desa, namun tidak disetujui karena tidak sesuai SOP dari OXFAM dimana budget di atas Rp1 Miliar harus ditender, makanya kita menggunakan vendor pak,” ujar Yospina kepada Kades dan Aparat Desa Toaya lainnya.

Setelah berkoordinasi dan berdiskusi dengan kades dan aparat desa lainnya, Lead Recovery lalu meninjau langsung Gedung MPC yang telah selesai dikerakan oleh vendor, melihat langsung pembangunan bak penampung air yang dikeluhkan kades dan aparat desa lainnya, serta melihat langsung sumber mata air yang akan dialirkan ke bak penampung untuk selanjutnya di distribusikan ke perkampungan warga.

Menitoring selanjutkan dilakukan pada Rabu (14/10/2020) di Desa Ape Maliko, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Di Desa ini, Lead Recovery di damping HR Fajar Joko Santoso bersama rombongan, menyempatkan mengikuti kegiatan hari mencuci tangan sedunia yang dilaksanakan sector PHP WASH. Dalam memperingati hari mencuci tangan sedunia ini, sector PHP WASH mengari anak – anak di Desa Ape Maliko cara mencuci tangan yang sehat dengan menggunakan sabun.

Lead Recovery Yospina Liku La’bi bersama Officer PHP, Ifon mengajari langsung anak – anak di desa itu cara mencari tangan sehat dengan menggunakan sabun. Nampak anak – anak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Usai kegiatan, anak – anak itu diberikan buku saku cara mencuci tangan yang sehat.

Selanjutnya, Lead Recovery bersama rombongan berkunjung ke rumah Kepala Desa Ape Maliko, Poni untuk berkoordinasi terkait program PKBI JMK OXFAM yang masuk ke desa itu. Bersama Kepala Desa, Kelompok Petani bentukan sector Livelihood dan Vendor, Lead Recovery menyepakati penentuan pembangunan jaringan air supor untuk kelompok livelihood diantaranya kelompok pertanian dan peternakan di desa itu.

Monitoring selanjutnya dilakukan pada Jumat (16/10/2020) di Desa Pombewe, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi. Di desa ini, Lead Recovery juga di damping HR Fajar Joko Santoso dan sector program. Lead berkoordinasi dulu dengan Pemerintah Desa yang diterima langsung Kepala Desa Pembewe, Aspar.

Kepada Lead Recovery, Kades Pombewe menyampaikan terima kasih kepada PKBI JMK OXFAM yang telah memberikan banyak bantuan kepada masyarakat di desa itu. Setelah melakukan koordinasi dan diskusi, Lead bersama rombongan meninjai sejumlah pembangunan baik yang sementara dikerjakan maupun yang telah selesai diantaranya pemasangan baliho kampanye laki – laki baru, meninjau fasilitas kesehatan (Faskes) yang telah selesai dibangun, meninjau pembangunan bak air supor untuk kelompok sapi dan melakukan diskusi dengan beberapa kelompok peternak.

Lead sempat berdikusi langsung dengan kepala tukang dan para pekerja pembangunan bak penampung air, karena saat monitoring lead mendapatkan tukang sementara bekerja menyelesaikan bak penampung air itu.

Dari Desa Pombewe, Lead bersama rombongan melanjutkan monitoring di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Di Kelurahan ini, Lead meninjau langsung pembangunan MPC, solar lamp dan laterin yang dikerjakan sector gender, protection dan PHP WASH.

Monitoring terakhir di minggu kedua Oktober ini, dilakukan oleh Lead Recovery bersama Program Manager (PM) Haris CH. Oematan di Desa Langaleso, Desa Sibalaya Selatan dan Desa Pandere. Di Desa Langaleso, Lead bersama PM meninjau langsung pembangunan Faskes dan kelompok pertanian. Lead bersama PM mendapatkan faskes yang dibangun tidak aksesibel karena tidak ada bidang miringnya untuk para kelompok disabilitas. Lead bersama PM juga meninjau solar lamp, rambu evakuasi, papan PHBS, papan STBM, pembanguan jaringan air bersih, fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabu (CTPS), baliho alur layanan public, baliho kampanye laki – laki baru, hingga meninjau kelompok peternak bentukan sector livelihood.

Begitu pun di Desa Sibalaya Selatan, Lead bersama PM juga meninau langsung kendang kelompok ternak kambing, kelompok usaha produksi sagu yang dikerjakan oleh para kelompok rentan yang memiliki usai 71 tahun, namun masih tetap produktif, meninjau papan PHBS, papan STBM, pembanguan jaringan air bersih, fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabu (CTPS), baliho alur layanan public, baliho kampanye laki – laki baru, hingga meninjau kelompok peternak bentukan sector livelihood.

Begitu pun di Desa Pandere, Lead bersama PM juga meninjau 13 kelompok peternak kambing, pembangunan faskes yang belum aksesibel, papan PHBS, papan STBM, fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabu (CTPS), baliho alur layanan public, baliho kampanye laki – laki baru, hingga meninjau langsung pembangunan jaringan air bersih untuk menunjau kelompok peternak yang dibentuk sector livelihood PKBI JMK OXFAM. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *