Memprihatinkan..! Lahan Pertanian di Kota Palu Banyak Masuk Zona Merah

oleh -
Kadis Ir. H. Burhan Samanding, MH. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dalam memperingati hari Tani pada 24 September 2020 lalu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Panggan Kota Palu memberikan pandangannya terkait sektor pertanian dan panggan di Kota Palu saat ini.

Hari Tani Nasional memperingati dicetuskannya seluruh tani disuluruh Indonesia. Wilayah Kota Palu sendiri, semenjak 2018 silam bencana yang terjadi di Kota Palu, membuat lahan-lahan pertanian yang rusak akibat pergeseran tanah yang terjadi saat itu.

“Banyak zona merah terbentuk dan itu ditetapkan oleh Dinas Perencanaan dan Tata Ruang sehingga tidak bisa lagi digunakan sebagai lahan pertanian,” ujar Burhan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Panggan Kota Palu, Ir. Burhan Hamading, MH , Selasa (29/9/2020).

Dikatakan, Zonanmerah adalah titik yang tidak bisa lagi sebagai lahan pertanian. Zona merah ini, ditetapkan oleh Dinas Perencanaan Tata Ruang yang menentukan titik lahan yang tak layak untuk dipakai bertani lagi.

“Pada umumnya, masyarakat kota Palu walaupun daerah kota tapi sebagian besar masyarakat masih berkecimpung di pertanian. Olehnya, Pemkot Palu bisa memberikan bantuan sarana dan prasaran dari sektor pertanian sehingga terpulihkan.

Kondisi Covid-19 yang sedang naik, hingga kota Palu memasuki zona merah juga mempengaruhi sektor pertanian dan panggan.

Kadis Pertanian dan panggan mengungkapkan para penyuluh sebagai pengerak para petani pun harus melakukan dengan keterbatasan, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang kian tinggi.

“Penyuluh- penyuluh sebagai pegerak bagi para petani, harus melakukan penyuluhan secara terbatas, karena mereka mau mengumpulkan petani pun susah karena larangan berkumpul atau pun harus mengunakan sistem online juga terbatas dengan sarana yang kurang,” ucap Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Walaupun demikian katanya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tidak hilang akal. Dengan melihat situasi yang pandemi ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Panggah turun langsung kelapangan melihat secara langsung dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Kita tetap melakukan kunjungan kelapangan, tetapi dengan protokol kesehatan seperti ketika melakukan penyuluhan dikumpulkan tidak lebih dari 20 orang,” ungkapnya.

Burhan Hamading, berharap semua bencana yang melanda Sulteng cepat berlalu dan juga untuk para petani tetap semangat. Silahkan lahan yang kosong diolah, tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. RDL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *