Masyarakat Keluhkan Pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran di Desa Maninili

oleh -

Puluhan warga dari tiga desa yakini Maninili, Maninili Barat dan Maninili Utara saat antrian mengurus dokumen kependudukan di Kantor Desa Maninili, Kecamatan Tinombo Selatan. FOTO : ZAENAL/SN

SULTENGNEWS.com – Puluhan masyarakat Desa Maninili, Kecamatan Tinombo Selatan mendatangi kantor Desa Maninili memprotes lambannya pengurusan dokumen kependudukan di desa itu.

Akibat pengelolaan manajemen yang kurang baik, sehingga menyebabkan banyaknya berkas kependudukan yang telah dikumpulkan oleh masyarakat, tercecer dan diduga yang melakukannya adalah aparat desa.



“Saya sudah memasukkan berkas dari hari Senin (28/10/2019) dan sampai sekarang belum ada panggila. Pada hal saya dan istri sudah menunggu, mendengar nama saya untuk dipanggil,” ujar Hamsar (43 thn).

“Memang banyak yang tercecer berkasnya, saya punya berkas yang juga dimasukkan di hari senin saya ambil kembali dan saya meminta kepada kepala desa untuk mengurusi berkas saya,” tutur warga lainnya, Kisman (57 tahun) kepada sultengnews.com saat ditemui ditempat antrian pengurusan KTP, KK dan akte kelahiran (1/11/2019).

Aparat Desa Maninili yang ditunjuk sebagai penanggung jawab Dukcapil Wilayah Desa Maninili, Maninili Utara dan Maninili Barat, Gap mengaku pihaknya sudah melakukan proses pengimputan sesuai data yang masuh lebih dulu.

“Untuk berkas yang pertama masuk itukan secara otomatis berada dibawah, maka kami dahulukan mengambilnya dari bagian bawah. Secara otomatis nama pemilik berkas akan langsung di panggil, persoalan ada berkasnya yang hilang saya rasa itu tidak betul,” bantahnya menanggapi protes warga yang mengaku berkasnya hilang.



Dia juga mengaku tidak mempermasalahkan jika ada kepala desa yang mengantar langsung berkas ke Dinas Dukcapil di Parigi.

“Jika ada yang mengurus langsung ke Dinas Dikcapil di Parigi lebih bagus lagi,” katanya. NAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *