Masyarakat Kabupaten Banggai di Desa Pongian Demo PT KFM

oleh -
Masyarakat Kabupaten Banggai di Desa Pongian Demo PT KFM. FOTO : IST

BANGGAI, SULTENGNEWS.COM – Solidaritas Masyarakat Desa Pongian, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai kembali melakukan aksi demo terhadap PT. Koninis Fajar Mineral (KFM), di jembatan sungai, Selasa (20/04/2021) sore.

Sebelumnya, beberapa hari lalu warga telah melakukan protes dengan cara mandi di sungai yang diduga kuat telah di cemari akibat aktivitas perusahaan tambang Nikel.

“Torang setengah mati yang tinggal di dekat kuala (Sungai). Supaya kamu tau kuala ini torang pakai ba cuci, mandi, ba wudhu tapi sekarang so tidak bisa,”ucap salah satu warga, Ajun sambil menangis yang juga tinggal di dekat bantaran Sungai Pongian.

Puluhan warga Pongian ini juga, membawa gambar sungai, jerigen air kosong dan kertas karton bertuliskan Selamatkan Sungai Pongian dan Save Sungai Pongian.

Kordinator lapangan (Korlap), Asrianto mengatakan, Sungai Pongian merupakan jantung kehidupan warga. Sehingga akibat aktivitas tambang ini, secara khusus Petani, Nelayan, serta warga yang dekat bantaran sungai terganggu keseimbangan kehidupan maupun ekonominya.

“Sungai Pongian adalah jantung Kehidupan warga. Petani, Nelayan serta warga lainya sangat bergantung terhadap air sungai. Contohnya untuk air minum, mandi, cuci piring, cuci baju”kata Asrianto.

Sementara itu, ada beberapa tuntutan Solidaritas Masyarakat Desa Pongian. Antara lain, meminta Pemdes dan BPD Pongian untuk segera mendesak perusahan nikel melakukan tindakan penjernihan kembali Sungai Pongian hingga layak di konsumsi.

Solidaritas Masyarakat Desa Pongian juga meminta Pemdes dan BPD mendesak perusahaan nikel untuk segera melakukan pertemuan dengan masyarakat guna merumuskan dan menandatangani MOU soal dampak yang akan terjadi di Sungai Pongian. Dan mendesak Pemdes untuk memfasilitasi pertemuan masyarakat dan perusahaan.

Tak hanya itu masyarakat pun menuntut perusahaan nikel PT. KFM dan PT. JAS selaku subcon yang beroperasi di hulu Sungai Pongian untuk segera mengembalikan kejernihan air Sungai Pongian hingga layak untuk di konsumsi. Menuntut perusahaan untuk segera melakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Pongian tanpa terkecuali dan bertempat di Desa Pongian guna merumuskan MOU tentang dampak yg di akibatkan oleh aktifitas pertambangan.

Solidaritas Masyarakat Desa Pongian secara tegas menyatakan, apabila Pemdes dan perusahaan dalam waktu 7 hari kedepan tidak mengindahkan tuntutan, maka SMDP akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dengan masa aksi yang lebih banyak.

“Kalau tuntutan kami tidak di realisasi dalam waktu seminggu maka kami akan melakukan demo lebih besar dan masa aksi yang banyak,”tandasnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *