Masuki Tahapan Kampanye, KPU Sulteng Rakor Bersama Awak Media

oleh -
Suasana rakor KPU Sulteng bersama awak media. FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, saat ini sudah memasuki tahapan kampanye. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan Rapat Kordinasi (Rakor) bersama awak media yang terdiri dari media massa dan media elektronik serta media dalam jaringan atau media daring bertempat di aula kantor KPU Sulteng, Jumat (02/10/2020).

Adapun pemateri dalam rakor tersebut adalah Komisioner KPU Sulteng Bidang Sosialisasi, Partisipasi, Masyarakat dan SDM, Sahran Raden, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, M. Agung Dharmajaya dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulteng, Hari Azis.

Dalam kesempatan itu, Komisioner KPU Sulteng, Sahran Raden menerangkan, yang namanya kampanye adalah kegiatan untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan program visi misi calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota.

“Pada ketentuan baru yang dijelaskan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang media sosial. Media sosial ini merupakan platform yang berbasis internet yang terbuka bagi siapa saja dan memungkinkan bagi para penggunanya berinteraksi, berdiskusi, berkolaborasi, dan tetap menciptakan konten bersifat komunitas,”ujarnya.

“Selanjutnya media dalam jaringan yang dimaksud dengan media dalam jaringan ini adalah media daring segala plat from dalam bentuk internet atau media online memiliki tautan konten murni secara media,”tambahnya.

Dikatakan, kampanye iklan di media sosial dan iklan kampanye di media daring, khusus untuk kampanye di media sosial dan media daring dibiayai oleh pasangan calon sebagimana dalam PKPU Nomor 11 Tahun 2020, sepenuhnya difasilitasi pasangan calon.

“KPU provinsi dan KPU Kabupaten/Kota tidak membiayai dan memfasilitasi iklan kampanye di media online. Jadi dalam waktu 14 hari kampanye di media daring sepenuhnya dibiayai oleh pasangan calon,”terangnya.

Sahran menyampaikan, kampanye iklan di media massa elektronik dan media cetak, serta media sosial dan media daring dilaksanakan selama 14 hari sebelum masa tenang dimulai pada 22 November sampai 5 Desember 2020.

“KPU Provinsi hanya memasang iklan kampanye pasangan calon hanya dibuat pada dua tempat yaitu media cetak dan media massa elektronik televisi dan radio,”pungkasnya.

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, M.Agung Dharmajaya menuturkan, ini adalah pelaksanaan Pilkada pertama di tengah pandemi, karena sebelumnya belum pernah ada pengalaman kegiatan Pilkada dilaksanakan di situasi yang tidak normal akibat adanya covid-19.

Dia menyebut, pers tidak hanya bertanggung jawab untuk memberikan informasi tapi juga edukasi, persoalannya cukup manusiawi disamping peran pers itu sendiri punya hak untuk memilih, karena pers bukan TNI-POLRI.

“Namun,jangan sampai pekerjaannya di media atau pemilik media, baik cetak maupun online tidak netral dan berafiliasi dengan salah satu partai atau salah satu kandidat, maka akan muncullah tidak netralitas dalam pemberitaan,”sebutnya.

Agung mengingatkan, bagaimanapun juga profesi wartawan adalah pekerjaan dan terhormat, sebagai bagian dari pilar demokrasi itu sudah diakui dalam undang-undang pers yang dimana undang-undang tersebut tidak memiliki turunan.

“Maka ketika teman-teman merasa bagian dari komunitas pers atau wartawan atau pemilik media, maka harus patuh dan taat terhadap apa yang telah disepakati yakni undang-undang pers,”ucapnya.

“Bagi teman-teman yang bekerja di dunia pers yang bersinggungan atau menjadi juru kampanye pada salah satu kandidat Pilkada tersebut dalam bentuk ruang kerja redaksi Hal ini tentu akan berimbas pada pemberitaan yang dimunculkan tidak berimbang,”tandasnya. DAL

One thought on “Masuki Tahapan Kampanye, KPU Sulteng Rakor Bersama Awak Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *