Masa Tinggal Penyintas di Kelurahan Poboya Diperpanjang Sebulan

oleh -
Salah satu anggota DPRD Kota Palu, H.Nanang saat berjumpa dengan penyintas di Kelurahan Poboya. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Masa tinggal penyintas di Kelurahan Poboya di perpanjang selama sebulan, karena sebelumnya penyintas tersebut, diberikan waktu sampai 16 Januari 2021 untuk mengosongkan Hunian Sementara (Huntap) di Kelurahan Poboya.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Palu, H.Nanang saat ditemui sultengnews di Huntara Kelurahan Poboya, Rabu (13/01/2021).

“Intinya hari ini kita perpanjang 1 bulan masa tinggal penyintas Huntara di Kelurahan Poboya menunggu rens waktu 13 Januari dan 13 Februari komunikasi intens dengan pihak kelurahan, apa yang harus kita lakukan kedepan, yang terpenting adalah ini adalah persoalan kemanusiaan,”ujarnya.

Nanang mengatakan, pihaknya menganggap jangan sampai ada yang dirugikan terutamanya bagi penyintas, semua komunikasi yang dilakukan dengan pihak kelurahan demi kepentingan untuk masyarakat.

“Jangan sampai ada yang terbengkalai apalagi sampai terlantar,”ucapnya.

Sementara, masalah listrik, kata Nanang, merupaka sebuah kewajiban bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palu untuk tetap terus menyediakan listrik. Karena, bagi dia, masyarakat penyintas berdampak langsung dengan ekonomi yang saat ini merosot ditambah lagi adanya persoalan pandemi covid-19.

“Saya sudah sampaikan tadi dengan Kadis perumahan semoga kedepannya pihak kelurahan dan semua stakeholder membicarakan terkait solusinya,”ungkapnya.

Sementara itu, Aparat Kelurahan Poboya, Nurhayati mengatakan, sejak masa transisi menuju pemulihan tahun 2019 lalu, Pemkot telah menyarankan Penyintas disekitar untuk turun kembali ke Kelurahan masing-masing.

Menurutnya, pemerintah kalah itu menyiapkan Kenderaan transportasi pengangkut barang bagi warga yang sudah ingin kembali ketempat asal domisilinya. Namun, saat itu sejumlah KK mengaku masih trauma bencana dan memilih tetap berada di tempat tersebut.

Nurhayati berharap, belasan Penyintas itu sudah bisa kembali ke tempat Kelurahan sesuai data kependudukannya agar dapat diupayakan memperoleh bantuan seperti Penerima Keluarga Harapan (PKH), BPJS Kesehatan, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), sebab beberapa dari mereka mendapat bantuan tersebut.

” Seperti KK yang saat ini kembali tinggal di Panglima Polem, Kota Palu. Itu memang Kelurahan domisilinya, dan mereka sudah mendapat bantuan PKH disitu,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *