Mantan Kades Kolami di Touna Diduga Selewengkan Dana Desa Ratusan Juta, Pemda Diminta Turun Tanggan

oleh -
FOTO : ILUSTRASI

TOUNA, SULTENGNEWS.COM –  Mantan Kepala Desa Kolami, Kecamatan Walea, Kepulauan (Wakep) Kabupaten Tojo Una-una (Touna) berinisial (RA) diduga selewengkan Dana Desa Ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini dari sumber terpercaya, sejak menjabat dua periode yakni 2009 – 2019 dimasa kepemimpinan mantan kades berinisial RA ini, banyak temuan  program dan kegiatan yang sampai hari ini  tidak terealisasi. Beberapa diantaranya yakni pembangunan dan pemeliharaan prasarana  olah raga tahun2018 sebesar Rp19.970.800.

Kemudian pengadaan pemeliharaan kapal penangkapan ikan sebesar Rp127.125.000 dan kegiatan pembangunan pemanfaatan dan pemeliharaan pasar desa sebesar Rp116.250.700.

Menurut sumber yang minta namanya tidak ditulis mengatakan, dia banyak mendengar  isu miring terkait penyelewengan dana itu. Namun dirinya belum memahami pasti penyelwenagan dana desa tersebut sperti apa.

“Sebelumnya saya masih  status masyarakat biasa di Desa Kolami, sudah lama isu itu saya dengarkan. Namun saat ini saya terpilih sebagai kepala desa di kolami dan ternyata saya buktikan langsung dengan laporan realisasi yang ada dalam APBdes,” ucapan sumber yang kini menjabat sebagai Kepala Desa Kolami, Jum’at (9/07 /2021).

Dengan melihat dokument APBDes dari pihak oprator desa, banyak pekerjaan yang tidak terealisasi di desa kolami diantaranya pembangunan fasilitas olah raga raga, genset desa yang sampai hari ini tidak pernah di belanjakan, serta beberapa kegiatan lainnya.

“Untuk itu, kami selaku  pemerintah desa kolami telah melaporkan dugaan tindak pidana  penyalahgunaan/penyelewengan Dana Desa dan Alokasi dana desa (ADD) kepihak kepolisian Resor  Polres Touna,” ujar kades baru itu.

Laporan itu lanjutnya, dilakukan pada tanggal 14 Juni 2021 dengan surat nomor : Sp. lidik /132/VI/2021/Reskrim.

Ironisnya, dugaan penyelewengan dana desa itu, dokumen serta  laporan pertanggung jawabanya   lengkap di PMD, tetapi fisiknya sangat memprihatinkan di lapangan. Bahkan pemerintah desa sudah pernah melaporkan ke pihak dinas terkait sperti inspektorat, namun sayang hingga hari ini tidak mendaptkan transparansi informasi sejauh mana tindak lanjutnya temuan tersebut.

“Kami pemerintah desa pernah laporkan kepihak inspektorat, tapi sampai saat ini belum ada  informasi tindaklanjut kasus itu,” terang sumber yang juga kades baru kolami itu.

Dia berharap, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Touna dalam hal ini dinas terkait, turun tangan menangapi kasus dugaan penyelewengan uang negara yang ada di Desa Kolami. Dia juga berharap pihak berwajib juga bisah menyelesaikan kasus ini,  agar tidak ada kejadian serupa.

“Kami  selaku pemerintah desa,  memiliki tanggungjawab dan beban untuk menyelesaikan masalah ini selama menjabat,” pungkasnya. JFR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *