MAN Tolitoli Terapkan Kedisiplinan Dalam Belajar

oleh -

Ketetrangan Foto : Kepsek Madrasah Aliyah Tolitoli, Jumade S.Ag

TOLITOLI, SULTENG NEWS.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tolitoli, menerapkan kedisplinan dalam proses belajar mengajar baik siswa maupun guru dengan sistem jurnal yakni, para siswa dan guru diharuskan untuk absen disetiap pergantian jam belajar. Sistem itu, dijalankan guna meningkatkan mutu pendidikan pada siswa.

Kepala MAN Tolitoli, Jumade S.Ag menjelaskan sistem yang di terapkan tersebut sudah berjalan selama ia menjabat di sekolah itu satu tahun lamanya, perubahan ini diperuntukkan semua siswa mulai dari kelas X hingga XII dari berbagai jurusan atau masing-masing kelas.

Dengan adanya perubahan tersebut, pihak sekolah mengalami banyak perubahan yang berdampak baik pada siswa.

“Perubahan yang dialami selama saya menerapkan sistem jurnal, siswa yang dulunya suka bolos pada setiap pergantian jam belajar dapat di ketahui semuanya, sehingga siswa bisa di beri nasehat dan pengarahan oleh para guru agar merubah kebiasaan buruknya,” jelas Kepsek kepada sultengnews.com, Senin (22/1/2018).

Dikatakan, pihaknya juga mengundang orangtua siswa agar bisa mengetahui apa yang dilakukan oleh anaknya di sekolah, selain wali kelas yang mengetahui perbuatan siswa. Dengan adanya sistem tersebut, semua guru bisa mengetahui apa yang dilakukan oleh siswa.

Dia mengatakan, penggunaan sisten absen jurnal tersebut juga telah diberikan kepercayaan kepada salah satu staf tata usaha yang ada di sekolah itu. Selain itu katanya, pihaknya juga menggunakan absen masuk dan pulang sekolah dengan menggunakan kartu, sehingga pihak sekolah bisa mengetahui berpa jumlah siswa yang masuk sekolah dan siswa yang tidak hadir.

Dia berharap, dengan adanya sistem yang diterapkan itu, maka para siswa bisa belajar dengan efektif sehingga mampu mencapai tujuan yakni, prestasi bisa meningkat agar orangtua bisa merasa bangga kepada anaknya.

Dia menambahkan, pihak sekolah juga berencana akan membangun klinik kesehatan sederhana dalam kurun waktu dekat ini dengan melibatkan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolitoli dan mengambil beberapa perawat sebagai tenaga honorer yang menangani klinik tersebut. NUR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *