Ma’mun Amir Penggagas Ide Besar dari Bukit Halimun

oleh -
Calon Wakil Gubernur, Ma'mun Amir saat menyapa mayarakat. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ma’mun Amir pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Banggai, banyak pembangunan yang sudah dilakukannya salah satunya yang paling dikenal masyarakat adalah Bukit Halimun yang merupakan kota baru yang indah dan modern bagi Luwuk yang di dalamnya terdapat Kantor Bupati, Rumah Jabatan Bupati, Tugu Maleo, Masjid Baitul Ma’mun.

“Sebagai putera dari timur Sulawesi Tengah, Luwuk Kabupaten Banggai saya sangat menyadari dan merasakan bahwa daerah kita tidak begitu dikenal bahkan mungkin tidak dikenal sama sekali. Saat menyebut nama Luwuk atau Banggai, lawan bicara kita akan tercetak. Sambil melototi wajah kita, mereka akan bertanya dimana itu? Apakah bisa dilihat dipeta bumi Indonesia?” kata Ma’mun (26/9/2020)

Menurut beliau kegelisahan itu sudah ada sejak menjadi mahasiswa dan bekerja di departemen perdagangan dan perindustrian saat itu tahun 1996-2001. Sehingga beliau berjanji akan pulang kampung dan membangun daerahnya. Tujuannya agar orang Luwuk tidak merasa malu lagi mengakui jati dirinya, jadi harus ada ikon yang dibanggakan.

Pasca pengundian nomor urut pasangan calon gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir dari nomor dua ini bersama rombongan berangkat menuju Luwuk, Kabupaten Banggai. Beliau akan langsung sosialisasi diwilayah Timur Sulawesi tengah. Dan dalam satu waktu nantinya akan ada agenda bersama Rusdy Mastura.

“Alhamdulillah saya dapat kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Pak Cudy, jika terpilih nanti saya juga akan menggagas ide besar untuk Sulawesi Tengah yang membawahi tiga belas Kabupaten/Kota ini berarti pengabdian saya dan kepercayaan masyarakat semakin luas,” imbuhnya

Revitalisasi Infrastruktur Konektivitas Darat, Laut, dan Udara dalam Rangka Mewujudkan Sulteng Sebagai Provinsi Penyangga Ibukota Negara 2024. Merupakan salah satu dari sepuluh program unggulan Rusdy-Ma’mun pada Sulteng Akses yang nantinya Ma’mun akan fokus di wilayah Timur dan Cudy di wilayah Barat.

“Di Morowali ada kawasan hutan lindung tidak bisa dilewati jalan, nantinya dari kolonedale- petasia akan ada jembatan 42 Kilometer menggunakan tiang panjang. Jika Petasia ke baturumbe tersambung maka Banggai-Morowali sampai ke Kendari yg biasanya menggunakan kapal feri nanti bisa ditempuh melalui jalur darat. Sehingga lebih efektif memangkas waktu dan mempermudah perekonomian masyarakat,” tutup Ma’mun. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *