Ma’mun Amir Gagas Sekolah Vokasi dan Berikan 1500 Beasiswa

oleh -
Calon Wakil Gubernur Sulteng, Ma'mun Amir saat belusukan bersama anak - anak di Banggai. FOTO : IST

BANGGAI, SULTENGNEWS.COM – Calon Wakil Gubernur Sulteng, Ma’mun Amir melakukan silaturahmi dan belusukan dari desa satu ke desa lain, bertemu dengan masyarakat Kabupaten Banggai. Ma’mun Amir melakukan sosialisasikan gagasanya jika diberi amanah menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah di sektor pendidikan yang diberi nama Sulteng Pintar, Selasa (29/9/2020).

Ma,mun Amir berkomitmen untuk membangun Sekolah Vokasi Berbasis Komoditas Rakyat di Setiap Kabupaten dan Kota.

“Setiap daerah di Sulawesi Tengah memiliki potensi daerah yang berbeda-beda mulai dari pertanian, peternakan, dan perikanan serta hasil lautnya. Untuk menurut saya perlu pemerintah Provinsi hadir membangun sekolah Vokasi berbasis komoditas sesuai potensi daerahnya disetiap Kabupaten/Kota,” tutur Ma’mun Amir

Dalam kunjungannya ke Desa Lenyek dan Salodik yang memiliki potensi pertanian, peternakan, dan perkebunan. Ma’mun Amir berdialog dengan masyarakat yang berharap jalan-jalan kantong produksi banyak yang rusak, kemudian hasil-hasil pertanian yang tidak terjual maksimal oleh pasar.

“Menanggapi paparan pak Ma’mun di sektor pendidikan kami berharap di sekitar daerah sini nantinya ada sekolah tingkat atas baik itu SMA/SMK pertanian dan peternakan. Disini untuk sekolah baru sampai tingkat menengah belum ada sekolah tingkat atas,” ujar Joddie Petani Desa Salodik

Dengan program ini Ma’mun Amir berharap lulusan-lulusannya bisa mengembangkan potensi-potensi daerahnya masing-masing, membuka lapangan kerja atau melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Ma’mun Amir juga akan berjuang membebaskan atau menggratiskan biaya bulanan sekolah atau SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan).

“Insyallah jika diberi amanah saya dan pak Cudy mau ambil alih dan cabut biaya SPP yang dibebankan kepada siswa disetiap bulannya. Kisarannya kan 80-100 ribu rupiah per siswa itu akan kita gratiskan. Sehingga siswa dan keluarga bisa fokus belajar,” jelas Ma’mun

Memberikan Beasiswa Kuliah Dalam dan Luar Negeri kepada 1.500 Mahasiswa / Tahun

Program beasiswa ini merupakan program keberlanjutan setelah selesai sekolah dengan harapan anak-anak Sulawesi Tengah bisa lanjut ke pendidikan yang lebih tinggi, melihat Tingkat pendidikan penduduk Provinsi Sulawesi Tengah walaupun capaian angka rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah tersebut diatas angka nasional, namun masih memprihatinkan angka harapan sekolah tahun 2019 sebesar 8,75 tahun atau dengan kata lain belum tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara angka harapan lama sekolah sebesar 13,14 tahun.

“Saya dan pak Rusdy berharap anak-anak Sulawesi Tengah bisa kuliah atau sekolah tinggi dengan beasiswa untuk yang berprestasi setiap tahunnya 1500 per tahun. Baik didalam negeri atau luar negeri dengan akreditasi yang bagus, sehingga setelah lulus mereka bisa membangun dan menyelesaikan persoalan di Sulawesi Tengah,” kata Ma’mun. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *