Maju Pilgub, NDB: Perempuan Punya Hak Yang Sama Dalam Politik

oleh -

Anggota DPD RI, Nurmawati Dewi Bantilan (NDB) saat menghadiri pertemuan relawan perempuan NDB di salah satu cafe di Kota Palu. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.com – Dalam struktur sosial, pada dasarnya laki-laki dan perempuan adalah sama. Namun, dalam proses sejarah, perempuan kadangkala menjadi masyarakat kelas dua. Tak pelak, sinisme atas kepemimpinan perempuan menyeruak. Perempuan di identifikasi lemah, kurang mampu, kurang tegas dan sebagainya.

Anggota DPD RI Nurmawati Dewi Bantilan, punya pandangan terkait masalah itu.

Dalam deklarasi Aliansi Perempuan Pejuang NDB, Anggota DPD RI tiga periode ini menyampaikan, semangat yang dia yakini adalah, manusia di ciptakan sama, kepemimpinan bukan di ukur dari sisi gender, namun di ukur dari kapasitas, pengetahuan dan pengalamanya.

Perjuangan Perempuan untuk mendapat akses dalam politik merupakan proses panjang. Sejarah mencatat, diskriminasi politik bagi perempuan hampir di temukan di tiap wilayah, era politik modern praktis di warnai oleh luka ketidakadilan sejarah ini.

“Saya membaca beberapa buku, saya tergugah oleh ketidakdilan sejarah ini. Perempuan selalu sebagai masyarakat kelas dua. Saya terinspirasi oleh pikiran dan tulisan RA Kartini, saya membaca Nyi Ontosoro dalam Novel Bumi Manusia. Semangat dan pengorbanan mereka hanya untuk satu cita-cita mulia, menggugat patriarki dan memperjuangkan akses yang sama perempuan dan laki-laki dalam segala aspek kehidupan” ungkap tokoh politik perempuan Sulteng ini.

Jalur politik adalah salah satu pembuktian atas cita-cita ini. Menjelang kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulteng, Nurmawati Dewi Bantilan menegaskan sebagai calon pertama yang mewakili segmen perempuan. Dalam sejarah politik Sulteng belum pernah ada Gubernur Perempuan.

“Keinginan menjadi Gubernur, bukan semata hasrat pribadi saya. Ini adalah satu harapan dan cita-cita politik yang selama ini saya yakini. Saya ingin membawa aspirasi perempuan dan membuktikan bahwa kami (perempuan) layak dan memenuhi keriteria untuk menjadi Gubernur,” katanya.

Perempuan bukan hanya sama, namun dapat melakukan lebih. Ibu Risma di Surabaya dan Ibu Khofifah di Jawa Timur adalah bukti perempuan juga dapat sukses memimpin.

Perhelatan Pilgub semakin menarik, karena sebagai segmen pemilih terbanyak, perempuan adalah kekuatan politik yang layak di perhitungkan. Optimisme ini yang di pegang teguh Nurmawati Dewi Bantilan dalam kontestasi 2020 nanti. FUL/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *