Mahasiswa di Palu Desak Proses Hukum Orang Yang Suarakan Penundaan Pemilu

oleh -
Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa se Kota Palu, saat melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sulteng di Jalan Samratulangi, Senin, 11 April 2022. FOTO : MAHFUL/SULTENGNEWS.COM

PALU,SULTENGNEWS.COM – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa se Kota Palu, mendatangi Gedung DPRD Provinsi Sulteng di Jalan Samratulangi untuk menyampaikan aspirasinya pada Senin, 11 April 2022.

Aliansi mahasiswa ini, merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi di Kota Palu ini yakni dari Universitas Tadulako (Untad), Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Universitas Alkhairaat (Unisa) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Panca Bakti Palu.

Ratusan mahasiswa ini berjalan kaki dari titik kumpul Patung Kuda Jalan Raden Saleh menuju gedung DPRD Sulteng di Jalan Samratulangi dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Dalam aksi kali ini, salah satu tuntutan utama para mahasiswa yakni mendesak agar orang – orang yang menyuarakan penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden diproses secara hukum karena telah melanggar konstitusi.

“Memang presiden sudah menyampaikan bahwa pemilu akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024, tapi kami belum yakin sebelum orang – orang yang menyuarakan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden di proses secara hukum,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Olehnya, ratusan mahasiswa itu meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap dan memproses secara hukum orang – orang yang telah mencederai konstitusi, karena dalam konstitusi sudah ditetapkan bahwa masa jabatan presiden hanya bisa dua periode.

Selain penundaan pemilu, para mahasiswa juga mendesak agar pemerintah melakukan stabilisasi harga minyak gorang, harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, harga elpiji 3 kilogram serta stop arogansi aparat dalam penanganan masa aksi.

Aksi unjuk rasa hari ini, merupakan aksi serentak mahasiswa seluruh Indonesia terkait beberapa isu krusial yang bergulir dalam beberapa bulan terakhir terutama isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Disaat yang sama, beberapa kebutuhan dasar masyarakat justru naik dan tak terkendali seperti kelangkaan minyak gorang, BBM dan gas elpiji 3 kilogram.

Dalam situasi sulit ini, pemerintah dan para elit politik bukannya memikirkan solusi atas kelangkaan semua kebuthan dasar masyarakat itu, malah terus memasifkan isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Setelah melihat situasi dan kondisi ini, mahasiswa tersadar dan bangkit bersama kekuatan rakyat melakukan perlawanan terhadap isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.