Lurah Dan Camat, Dianggap Belum Bersinergi Dalam Memantau Bangunan Perumahan Liar

oleh -
kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP) Kota Palu, Mohammad Rizal. Foto : IST

Imbas Dari Peristiwa Banjir Akibat Saluran Drainase Hilang Fungsinya

PALU, SULTENGNEWS.COM – Peristiwa banjir yang melanda di hampir seluruh titik-titik di kota Palu beberapa waktu lalu. Lalu kemudian Wali Kota Palu meninjau langsung adanya saluran drainase yang diambil fungsinya untuk pembangunan perumahan liar atau illegal oleh warga, menjadi tolak ukur dalam kesulitan untuk menangani dan mengatasi permasalahan banjir di kota Palu.

Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu sebagai salah satu liding sektor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Palu, menganggap kalau di masing-masing kelurahan maupun kecamatan yang ada di kota Palu, belum bersinergi dan melakukan kerjasama yang baik dalam melakukan pemantauan atas adanya pembangunan rumah illegal oleh warga, khususnya di lokasi pembangunan perumahan yang masuk daerah alur alam atau aliran air.

Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP) Kota Palu Mohammad Rizal, mengatakan, sejak dari tahun 2021 hingga sekarang, Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu telah melakukan kesepakatan kerjasama dengan kelurahan dan kecamatan, sebagai bagian untuk ikut membantu memantau adanya pembangunan rumah oleh warga yang illegal di masing-masing wilayahnya.

Namun, dengan berangkat permasalahan yang ditemui oleh Wali Kota Palu beberapa waktu lalu, yang menyebabkan terjadinya banjir dimana-mana karena adanya pengambilan fungsi dan kegunaan saluran drainase untuk proyeksi pembangunan rumah milik warga illegal, mestinya kelurahan dan kecamatan sebagai pintu depan terdekat di lingkungan masyarakat, untuk memantau dan menyampaikan langsung ke Dinas PRP Kota Palu, jika ada pembangunan rumah yang tanpa ber IMB atau illegal.

“Bahwa masalah pemantauan, pemanfaatan ruang itu sebenarnya bukan hanya ada di dinas teknis. Kita juga berharap kerjasama yang baik dari pihak kelurahan dan kecamatan. Karena yang paling depan di pemerintahan adalah kelurahan dan kecamatan. Kita berharap mereka memberi informasi bahwa di jalan X misalnya ada indikasi mau membangun, mereka memberi informasi kepada kita, maka tim kita akan turun,” ungkap Rizal kepada SultengNews.com, Selasa (15/3/2022).

“Kita menganggap pemantauan yang dilakukan oleh kelurahan maupun kecamatan dan selanjutnya disampaikan kepada kita, kita anggap sekarang belum maksimal atau masih kurang. Buktinya banyaknya bangunan yang tidak Ber IMB yang kita temukan. Kalau komunikasi sebenarnya baik, maka tidak ada lagi yang dinas temukan, kenyataannya sebaliknya,” sambung Rizal.

Kemudian, diluar dari masih kurangnya kerjasama yang baik dengan pihak kelurahan maupun kecamatan, kata Rizal, setiap tahunnya, pihaknya telah memberikan teguran, peringatan, serta penertiban kepada warga kota Palu yang tidak mengikuti panduan aturan dalam membangun. Misalnya membangun di jalur alam, tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan sebagainya.

“Setiap tahun sekitar 300 orang yang terus kita lakukan peringatan, teguran dan penindakan. Ini menandakan bahwa memang masih banyak warga yang membangun tanpa memiliki izin membangun,” sebutnya.

Selanjutnya, dalam hal mengatasi permasalahan banjir di kota Palu, perlu pula ada kesadaran tinggi dari warga kota Palu, untuk benar-benar menjaga jangan sampai membuang sampah di dalam saluran drainase atau alur aliran air.

“Kita sering menyaksikan, warga sering membuang sampah atau kotoran disaat menyapu dan dekat dengan drainase, dengan membuang sampah di saluran drainase. Makanya pada saat kita mengangkut sampah di drainase, yang sering kita temukan adalah tumpukan sampah berupa plastik, kemasan dan sejenisnya,” kata dia.

“Untuk itu, kami sampaikan, di mohon ada kerjasama yang baik, baik dengan warga yang tinggal di sekitar drainase untuk tidak membuang sampah di drainase, serta kerjasama yang baik dengan kelurahan dan kecamatan. Agar permasalahan yang mendasar dengan adanya banjir bisa kita atasi secara bersama-sama,” harapnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.