Lulusan UIN Datokarama Harus Siap Berkarya Tanpa Harus Tercerabut Akar Identitas Sebagai Muslim

oleh -
Rektor UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd, saat menyampaikan pesan almamater, Kamis (22/9/2022). FOTO : Mohammad Rizal/SultengNews.com

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana UIN Datokarama Palu Semester Genap tahun akademik 2021/2022, dilaksanakan di Jodjokodi Convention Center (JCC) Palu, Kamis (22/9/2022).

Mahasiswa Lulusan Sarjana UIN Datokarama Palu, Kamis (22/9/2022).
FOTO : Mohammad Rizal/SultengNews.com

Civitas akademika Datokarama Palu dengan penuh kebanggaan mempersembahkan 741 orang wisudawan-wisudawati yang berhasil menamatkan pendidikan mereka di 4 (empat) fakultas dan Pascasarjana UIN Datokarama Palu.

Masing-masing dari mereka merupakan lulusan:

  1. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan sebanyak 290 orang,
  2. Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah 131 orang,
  3. Fakultas Syariah 95 orang,
  4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 193 orang,
  5. Pascasarjana 29 orang magister, dan 3 orang doctor

Rektor UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd, dalam pesan almamaternya, mengingatkan kepada lulusan sarjana UIN Datokarama Palu, agar para lulusan bisa berkarya di wilayah profesional yang mereka minati.

Namun, sebagai lulusan universitas dimana nilai-nilai Islam diinternalisasikan di dalamnya, kami juga berharap para lulusan bisa berkarya di atas landasan spirit dan etik Islam. Sebab itu, kami berharap para sarjana UIN Datokarama Palu menjadi Profesional Islami.

“Harus siap berkarya di berbagai bidang profesi, keilmuan dan keahlian, tanpa harus tercerabut akar identitas moralnya sebagai seorang Muslim,” urai Prof. Dr. Sagaf kepada SultengNews.com, Kamis (22/9/2022).

“Mewakili sivitas akademika UIN Datokarama Palu, saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan program sarjana, magister, dan doktor atas keberhasilan menyelesaikan studi di UIN Datokarama Palu. Kepada para orang tua, orang tua asuh, penyedia beasiswa, dan keluarga wisudawan, saya turut bersyukur, berbahagia dan sekali lagi mengucapkan selamat atas keberhasilan mereka,” sambung Prof. Dr. Sagaf.

Kemudian, Hal tidak kalah penting yang ingin disampaikannya pula ialah, terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan UIN Datokarama Palu atas totalitas dan komitmen dalam melaksanakan tugas mendidik dan melayani mahasiswa hingga mereka berhasil menyelesaikan studinya.

Olehnya pada kesempatan berharga ini, Prof. Dr. Sagaf mengatakan, sebelum melepas para wisudawan-wisudawati melangkahkan kaki meninggalkan kampus untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat di daerahnya masing-masing, ada beberapa pesan yang ingin disampaikan, diantaranya alumni UIN Datokarama Palu sudah harus siap menghadapi pasar kerja dengan pendekatan kompetensi inter dan multidisipliner, serta selalu membuka diri untuk mengkaji dan mengembangkan integrasi ilmu yang diperoleh di Perguruan Tinggi.

Yang kedua, alumni UIN Datokarama Palu diharapkan dapat melakukan adaptasi dengan perkembangan global yang sangat dinamis. Para alumni harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan abad 21.

Ketiga, bagi para Alumni UIN Datokarama Palu agar tidak menjadi beban pembangunan tetapi dapat menjadi pelaku dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia dengan membangun akhlak, moral serta etika masyarakat, terutama para generasi muda.

Keempat, alumni UIN Datokarama Palu harus mampu menampilkan serta mengamalkan sifat dan perilaku beragama yang moderat di tengah-tengah masyarakat.

“Akhir-akhir ini, masyarakat kita dibingungkan oleh munculnya berbagai pemikiran keagamaan yang masing-masing mengklaim diri sebagai pemilik kebenaran dan menyalahkan pemikiran kelompok lain, saling menyesatkan, saling membid’ahkan, bahkan saling mengkafirkan,” sebutnya.

Kelima, alumni UIN Datokarama Palu harus mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah munculnya berita-berita hoax di masyarakat sebagai cerminan seorang intelektual yang bermoral dan bersikap moderat dalam merespon berbagai persoalan yang muncul.

“Tentu saja jika seorang sarjana memiliki daya berpikir kritis pasti akan mampu memilah informasi dengan cermat dan objektif. Dalam ajaran Islam, Alquran sudah memberikan petunjuk kepada kita bagaimana menyikapi sebuah informasi, terutama informasi yang sifatnya sensitif, yaitu dengan melakukan ‘tabayyun’ atau check and recheck,” katanya menambahkan.

Olehnya, tegas Prof. Dr. Sagaf, upaya pengembangan UIN Datokarama Palu terus dilakukan sebagai bagian dari peletakan dasar sebuah Universitas yang memiliki tugas dan fungsi dalam mengembangkan berbagai disiplin ilmu.

Bukan  hanya rumpun ilmu agama tetapi juga disiplin ilmu-ilmu lainnya seperti sains, teknologi, seni, budaya dan vokasi.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.