Longsor Kilometer 18 Kebun Kopi, Akibatkan Antrian Panjang Kendaraan

oleh -
Antrian panjang kendaraan di jalur longsor kebun kopi, Jumat (18/3/2022) siang. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Terjadinya longsor di kebun kopi jalan trans Sulawesi sekitar 18 kilometer arah ke kecamatan Tawaeli, kota Palu, yang menghubungkan ke Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Selatan dan daerah sekitar, mengakibatkan terjadinya antrian panjang kendaraan yang melintas.

Petugas yang sedang berusaha mengeluarkan sisa-sisa material longsor yang mengambil badan jalan raya, di kebun kopi, jalan trans Sulawesi, Jumat (18/3/2022) malam.
FOTO : IST

Dari hasil pantauan dilokasi, kejadian longsor atas material gunung berupa tumpukan tanah, bebatuan dan batu kerikil, di kebun kopi, mengakibatkan antrian kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat, sejak dari pukul 11.00 siang pada hari Jumat (18/3/2022) hingga memasuki pukul 20.00 Wita malam.

Dilokasi longsor, terdapat dua alat berat dan petugas yang sedang membersihkan dan menghilangkan sisa-sisa material gunung, dibantu dengan beberapa petugas dari Kepolisian setempat.

Setelah berusaha keras untuk menghilangkan dan membersihkan sisa-sisa material gunung, yang dimulai sejak pukul 11.00 Wita siang, akhirnya tepat sekitar 8 jam atau pukul 20.00 Wita malam, petugas berhasil membuka jalan kembali untuk dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, yang seharian antrian panjang dan menunggu bisa melewati jalan kebun kopi.

Dari hasil informasi yang diterima kembali, tepat pukul 16.00 Wita sore, hari Sabtu (19/3/2022), tepat dilokasi longsor hari Jumat (18/3/2022) kemarin, kembali mengalami longsor lagi dan hingga malam hari atau pukul 18.30 Wita malam, belum ada tanda-tanda pengguna jalan bisa melintasi jalan kebun kopi yang longsor tersebut.

Salah seorang pengguna jalan dengan mengendarai kendaraan roda empat, Syam, mengatakan, kalau dirinya bersama dengan keluarga pada hari Jumat (18/3/2022) kemarin, telah terjebak di gunung kebun kopi, sejak siang hari dan baru bisa melintasi jalan kebun kopi (yang longsor) setelah dibuka oleh petugas pada malam harinya.

“Saya bersama dengan keluarga dari Ampibabo mau ke Palu, dari pukul 12.30 Wita siang sudah terjebak di antrian panjang. Alhamdulillah, bisa melintasi dan tembus malam hari pukul 20.00 Wita malam,” kata Syam kepada SultengNews.com, Jumat (18/3/2022) siang.

Dia menambahkan, memang terlihat begitu panjang antrian kendaraan disaat terjadinya longsor yang tidak diketahui pasti kapan mulai terjadi longsor di kilometer 18 arah mau ke kecamatan Tawaeli, kota Palu.

Namun, dengan ketekunan dari petugas yang membersihkan sisa-sisa material longsor, ditambah lagi dengan kesigapan petugas polisi yang telah berada di lokasi longsor, kondisi jalan kebun kopi bisa kembali dibuka dan dilalui oleh pengguna kendaraan.

“Alhamdulillah, terimakasih kepada petugas yang mengerjakan alat berat dan pak polisi sendiri. Mereka sejak siang hari sudah berada di lokasi, sabar dan berusaha untuk membuka jalan kembali. Pengguna kendaraan juga tertib dan mau mengikuti arahan pak polisi untuk tidak berdesakan dan memaksa menerobos jalan yang rusak,” sambung dia.

Selaku pengguna jalan, tentu harapannya kepada petugas yang memang bertugas dalam menyelesaikan permasalahan (longsor), terutama di jalan trans Sulawesi kebun kopi, untuk sigap dan cepat mengambil tindakan jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan bersama setelah mendapatkan informasi dari warga.

Agar hal ini, minimal bisa mengurangi volume kendaraan yang mengantri di sepanjang jalan kebun kopi dan senantiasa kejadian longsor dapat teratasi dengan cepat dan tuntas.

“Memang kemarin itu, panjang sekali antrian. Kami saja antrian dari pukul 12.30 Wita siang dan baru tembus malam harinya. Insya Allah kita berharap petugas selalu berada di lokasi agar jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terjadi longsor agar bisa segera diselesaikan. Sehingga permasalahan antrian panjang bisa teratasi dengan baik,” tutupnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.