Lomba Lagu Daerah Rebut Piala Walikota Resmi Dimulai

oleh -

Keterangan Foto :

Salah seorang peserta lomba lagu daerah saat tampil di atas panggung. FOTO : BAIM/SN

PALU, SULTENGNEWS.com –  Dapur rekaman MS Record melaksanakan festival lagu-lagu daerah Kaili dengan memperebutkan Piala Walikota Palu, di Balai Pertemuan Kantor Camat Palu Barat, Jum’at (26/1/2018) pagi.

Ketua Panitia kegiatan, Masriani Syukri mengatakan bahwa Festival lagu kaili di laksanakan, karena berawal dari rasa keprihatinan melihat Lagu-Lagu daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda, seiring dengan berkembangnya warna musik modern yang hits dalam era digital.

Selain itu, Masriani menambahkan bahwa panitia pelaksana festival menginginkan bagi para peserta agar dapat menyanyikan lagu daerah sesuai dengan versi aslinya. Karena menurutnya, telah banyak lagu daerah yang telah diaransemen kembali sesuai dalam warna musik modern, Seperti Jazz, Reggae, Koplo dan sebagainya, sehingga melalui festival musik tersebut, dapat mempertahankan keaslian musik.

“Salah satu poin penting yang kami lombakan adalah pengiringan lagu kaili sesuai dengan versi aslinya, jadi peserta diarahkan agar menyanyikan lagu seperti layaknya yang dinyanyikan oleh H Hasan Bashuan dan lain sebagainya,” katanya.

Selain itu, tujuan pelaksanan festival ini agar dapat mengenalkan Seni tarik suara melalui lagu daerah dan memperearat silaturahmi antara Pemerintah Kota Palu dan Para penggiat seni.

Mewakili Walikota Palu, Sekretaris Kota Palu, Asri SH dalam sambutannya saat membuka festival kegiatan yang bertemakan “Melalui Lomba Lagu-Lagu Daerah Kaili 2018, Kita Wujudkan Palu Sebagai Kota Destinasi, Kota Berbudaya dan Beradat”, menurutnya kegiatan ini sejalan dengan Visi Walikota Palu yakni menuju Palu menjadi Kota jasa, berbudaya dan beradat dilandasi iman dan taqwa.

Asri sangat mengapresiasi kepada Camat Palu Barat dan MS Record atas empati terhadap lagu-lagu daerah kaili yang saat ini mulai dilupakan oleh masyarakat.  Beliau berharap agar kegiatan Festival Lagu Daerah yang baru pertama kali diselenggarakan tersebut, dapat berulang kali dilaksanakan.

“Kedepannya pelaksanaan festival ini bukan hanya dibidang tarik suara, namun perlu dilombakan kedepannya adalah menciptakan lagu daerah”,ungkapnya mengapresiasi.

Dalam agenda Festival Lagu Daerah,  diikuti oleh 35 Peserta, yang berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala. Adapun lagu wajib yang dilombakan adalah Palu Ngataku, Kaili Kana Kutora, Randantovea, Salandoa, Janji ri Reme Nuvula, Tuvu Samba’a, Undanga Pobotimu, Nopinda, Nakuya Aga Ia, Janji Nolese dan Posisani.

35 peserta itu akan dinilai oleh lima dewan Juri selama 2 hari kegiatan. Dimana hari pertama merupakan babak penyisihan dan pada hari kedua merupakan babak final yang akan diikuti oleh 10 orang peserta pada hari Sabtu 27 Januari (malam ini).

Adapun kelima dewan juri tersebut, diantaranya Musisi Daerah Layla Bahasuan, Ilham Sukri selaku pencipta lagu kaili, Adi dari Ramayana Musik Direktor, Ince Rahmani Salim dan Masriani Sukri dari MS Record. BAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *