KPU Sulteng Resmi Luncurkan Pemilihan Gubernur dan Wagub Sulteng Tahun 2020

oleh -

Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran Pilkada Sulteng di Hotel Best Westrem Palu, Minggu (15/12/2019). FOTO : MAHFUL/SULTENGNEWS.COM

PALU, SULTENGNEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), secara resmi meluncurkan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng tahun 2020 di Hotel Bast Westrem Coco Palu, Minggu malam (15/13/2019).

Peluncuran Pilkada Sulteng ini, diawali dengan tarian ngata masugi yang dibawakan anak – anak dari Sanggar Seni Avoobulava Palu.

Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran Pilkada Sulteng di Hotel Best Westrem Palu, Minggu (15/12/2019). FOTO : MAHFUL/SULTENGNEWS.COM

Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming dalam sambutannya mengatakan, tak terasa setahun yang lalu Sulteng ditempa bencana dan cobaan dan disaat itu juga KPU Sulteng memulai salah satu tahapan Pemilu yakni pendataan Pemilu.

“Luar biasa kerja teman – teman dalam mendata warga yang masih morat marit dan kocar – kacir setelah bencana melanda Sulteng. Namun Alhamdulilah, Pemilu di Sulteng dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya di hadapan para undangan peluncuran pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.




Menurut Tanwir Lamaming, meski dalam kondisi Sulteng yang belum sepenuhnya pulih, pelaksanaan Pemilu serentak pada 17 April 2019 dapat dilalsanakan dengan baik. Itu artinya, Pilkada tahun 2020 juga akan bisa dilaksanakan dengan bail dan berintegritas.

“Saya yakin dan percaya, berkat kerja keras kita dan berkat dukungan dari semua pihak Pilkada akan sukses. Pilkada pasti bisa kita laksanakan dengan baik, berkualitas dan berintegritas,” tegasnya.

Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba maskot Pilkada Sulteng, Minggu (15/12/2019). FOTO : MAHFUL/SULTENGNEWS.COM

Sementara Komisioner KPU RI Divisi Hubungan Masyarakat, Data Informasi dan Hubungan Antar Lembaga, Firyan Azis dalam kesempatan itu menyampaikan, pada tanggal 23 September 2020 mendatang sebanyak 270 daerah akan melaksanakan Pilkada serentak dan 8 diantaranya adalah Pilkada di Sulteng.

“Kami mendapat laporan, Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi mendukung penuh penggaran Pilkada Sulteng sebear Rp158 Miliar. Kami berterima kasih pak, Sulteng tidak termasuk zona merah dalam anggaran Pilkada,” ujar Firyan Azis.

Dia mengatakan, ada salah satu provinsi di bagian timur Indonesia anggaran untuk pelaksanaan Pilkada hanya sekitar 15 persen, sementara anggaran wajib lainnya untuk kegiatan dinas – dinas mencapai 85 persen, sehingga masuk ketegori zona merah Anggaran Pilkada. Bahkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)-nya, ditandatangani diakhir – akhir, sehingga KPU RI masih mempertimbangkan apakah tetap melaksanakan Pilkada di daerah itu atau tidak.




“Namun Pilkada Sulteng, anggarannya disetujui sebesar Rp158 Miliar dan NPHD-nya dilakukan diawal – awal. Ini artinya, Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi mendukung penuh pelaksanaan Pilkada,” ujarnya.

Firiyan Aziz mengatakan, sebagian orang menganggap anggaran Pilkada Rp158 miliar itu cukup besar. Jika snggaran itu digunakan untuk membangun jalan dan gedung sekolah, mungkin akan menghasilkan banyak jalan dan gedung sekolah. Pandangan itu menurutnya tidak keliru, tapi penting juga untuk diketahui bahwa Pillada dan Pemilu sejatinya juga merupakan pembangunan.

“Pilkada dan Pemilu memang tidak menghasilkan jalan dan menghasilkan sekolah. Namun dengan Pilkada dan Pamilu, masyarakat bisa memilih langsung pemimpinnya yang bisa mengeluarkan program membangun jalan dan sekolah sebanyak – banyaknya,” terang Komisioner KPU RI ini.

Dia menegaskan, Pilkada dan Pemilu adalah leading sektor pembangunan secara utuh, karena Pilkada dan Pemilu adalah pembangunan politik yang memimpin pembangunan – pembangunan lain.




“Mari kita berdemokrasi secara kaffa, sehingga kita tidak lagi memahiami bahwa anggaran Pilkada dan Pemilu hanya buang – buang uang. Mau tidak mau, suka tidak suka, Pilkada dan Pemilu sudah menjadi norma berdemokrasi di negara kita, maka poinnya mari kita efektifkan. Tidak lagi membicarakan sayang uang untuk Pilkada dan Pemilu, tapi saatnya semua pihak mengefektikan dan menyukseskan Pilkada tahun 2020 kedepan,” tutupnya.

Acara peluncuran pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur itu, diakhiri dengan pemukulan debu secara bersama – sama oleh komisioner KPU RI, Wakil Gubernur Sulteng dan lima komisioner KPU Sulteng.

Diakhir kegiatan, panitia mengumumkan pemenang lomba maskop dan jingle Pilkada Sulteng. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *