KPU Sulteng Larang Paslon Gubernur Bawa Pendukung Saat Debat

oleh -
Empat Komisioner KPU Sulteng, saat konferensi pers di kantor KPU Sulteng. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Debat Kandidat antara Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), akan dilaksanakan hari ini Sabtu (30/10/2020) di Hotel Best Western Palu. Dalam pelaksanaan debat Paslon tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng secara tegas melarang bagi masing-masing Paslon membawa massa pendukung disekitar lokasi pelaksanaan debat.

Komisioner KPU Sulteng Bidang Sosialisasi, Partisipasi, Masyarakat dan SDM, Sahran Raden mengatakan, harapannya Paslon menaati protokol Kesehatan dan tidak membawa pendukung di sekitar lokasi debat.

“Kami juga berharap Paslon mentaati protokol kesehatan dan tidak membawa pendukung disekitar pelaksanaan debat,”ujar Sahran Raden dalam konferensi pers, di kantor KPU Sulteng, Jumat (30/10/2020).

Sahran berharap, masyarakat Sulteng dan khususnya pendukung bisa menyaksikan debat melalui layar kaca televisi maupun di media sosial demi pencegahan covid-19.

“Jika ada yang melanggar protokol kesehatan, tentunya akan ada sanksi yang diberikan sesuai dengan mekanisme dan peraturan,”ungkapnya.

Dia menerangkan, debat ini akan menggunakan protokol kesehatan mulai dari peserta yang hadir sampai pada paslon, sehingga pihaknya membatasi peserta yang hadir sesuai PKPU No 13 Tahun 2020.

“Yang dihadirkan dalam debat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur orang yang di dampingi tim kampanye masing-masing , ditambah dari Bawaslu orang, kemudian dari KPU serta tim pakar,”ucapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming menyampaikan, dalam pelaksanaan debat ini tentu tema yang akan diangkat berkaitan memajukan daerah dan menyelesaikan persoalan daerah serta kebijakan penanganan covid-19.

Dia menyebut, proses tahapan dalam debat kandidat calon gubernur dan wakil gubernur sudah disiapkan sebagaimana pertanyaan yang telah disiapkan oleh tema pakar dari kalangan akademisi.

“Proses persiapan debat sudah kami siapkan, mulai dari team pakar sebanyay 7 orang yang terdiri dari akademisi yang berada di Universitas di Kota Palu,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *