KPU Se Sulawesi Rakor Pemuktahiran Data Pemilih Pemilihan Serentak di Wilayah Perbatasan

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Se Sulawesi melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) pemuktahiran data pemilih pada pemilihan serentak di wilayah perbatasan, baik itu KPU Provinsi maupun KPU kabupaten/kota.

Kali ini, KPU Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi tuan rumah dalam rakor yang rencananya juga akan dilakukan di beberapa daerah lainnya. Hadir dalam kesempatan itu Divisi Data dan Informasi KPU RI, Viriyan Azis.

Sebagai tuan rumah, dalam sambutannya Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming menyambut kedatangan para tamu dengan membawakan sebuah pantun.

“Saya hanya ingin menyampaikan sebuah pantun. Hari sabtu pergi ke kebun, ke kebun mengambil semangka, selamat datang para tamu undangan, semoga tetap semangat dan bahagia,”ujar Tanwir Lamaming saat menyampaikan sambutan pada kegiatan yang dilaksanakan di ruang Aula KPU Sulteng, Jumat (14/08/2020).

Kegiatan pada malam itu, tetap mengacu kepada pedoman protokol kesehatan covid-19, serta dengan melakukan jaga jarak.

“Tetap kita berpedoman kepada protokol kesehatan dan menjaga jarak sebagaimana protokol Covid-19, sebab itu konsekuensi yang harus kita lakukan khususnya dalam tahapan Pilkada tahun 2020,” ucapnya.

Mantan Ketua KPU Morowali Utara itu juga mengajak tamu undangan yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi, untuk berkunjung ke beberapa tempat destinasi yang berada di Kota Palu maupun daerah yang masih terdekat di Kota Palu seperti Donggala dan Sigi.

Dia juga menyebutkan, mungkin saja tamu undangan berkenan untuk dapat melihat beberapa sisa-sisa bangunan pasca bencana alam gempa, tsunami dan likuifaksi 28 September 2018.

“Serta juga mungkin ingin melihat sisa-sisa bencana alam 28 September 2018 masih dapat terlihat di beberapa tempat,”sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Divisi Data dan Informasi KPU RI, Viriyan Azis menerangkan, data pemilih merupakan tiang dari pemilihan umum (Pemilu). Tanpa data pemilih, tidak mungkin ada pemilu, maknanya pemilih yang menentukan hasil dari pemilu.

“Sehingga menjadi penting untuk mengadministrasikan pemilih secara baik, administrasi sesuai dengan prinsip-prinsip penyusunan daftar pemilih yang demokratis,” terangnya.

Dia mengungkapkan, ada beberapa prinsip dalam penyusunan daftar pemilih seperti prinsip responsif, prinsip partisipatif, prinsip akurat, prinsip muktahir, prinsip akuntabilitas, prinsip transparan dan prinsip inklusif.

Viriyan juga menambahkan, dalam menerapkan prinsip tersebut, setiap menanggapi respon publik terhadap daftar pemilih dan setiap masukan serta tanggapan harus direspon secara cepat.

“Tapi kecepatan merespon diiringi juga dengan respon yang tepat regulasi,” tambahnya.

Dia menegaskan, sebagai penyelenggara pemilu harus bekerja sesuai regulasi dan memahami regulasi. Jangan sampai pihak lain, lebih menguasai regulasi daripada penyelenggara itu sendiri.

“Menjadi penting kita bekerja sesuai dengan regulasi dan jauh lebih penting lagi kita memahami regulasi tersebut. Jangan sampai pihak eksternal diluar kita, yang lebih memahami. Kitalah yang harus bisa memahami, menguasai, sekaligus juga memastikan kerja-kerja sesuai dengan regulasi,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *