KPU Palu Tetapkan Hadianto – Reny Pemenang Pilkada Kota Palu

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, akhirnya menetapkan pasangan calon (Paslon) Nomor Urut 2, Hadianto Rasyid – Reny A. Lamadjido sebagai pemenang Pilkada Kota Palu 9 Desember 2020 dengan perolehan suara tertinggi 64.249 suara.

Diurutan kedia ditempati pasangan Nomor Urut 4, Ilemda Liliana Muhidin – Arena JR Parampasi dengan perolehan suara 37.260 suara. Disusul pasangan incumbent Nomor Urut 3, Hidayat – Habsa Yanti Ponulele dengan perolehan 30.372 suara.

Sementara posisi terakhir, ditempati pasangan nomor urut 1, Aristan – Wahyudin dengan perolehan 28.385 suara.

Dengan hasil ini, dipastikan pasangan Hadianto – Reny telah memenangkan Pilkada Kota Palu dan Kota Palu akan segera memiliki Walikota dan Wakil Walikota baru.

Perolehan suara pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota ini, tertuang dalam surat keputusan (SK) KPU Kota Palu Nomor 402/PL.02.6-KPP/7272/KPU-Kot/XII/2020 tentang penetapan rekapitulasi hasil perhitungan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palu 2020.

Ketua KPU Kota Palu, Agussalim Wahid dalam penetapan rekapitulasi perolehan suara itu mengatakan, tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada tahun 2020 ini sedikit menurun dibandingkan dengan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 lalu.

“Pada Pilkada tahun 2020 ini, partisipasi pemilih sedikit menurun dari Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019. Yakni dari pada Pemilu 2019 partisipasi pemilih mencapai 86 persen, sedangkan Pilkada ini hanya 65,5 persen,” kata Agussalim Wahid.

Meski demikian, Agussalim bersukur karena Pilkada Kota Palu tahun 2020 ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses tanpa ada hambatan yang berarti.

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Kota Palu 2020 ini, juga mengalami peningkatan dari sebelumnya 213.000 menjadi 250.635 pemilih, sehingga penurunan tingkat partisipasi juga dapat dimaklumi. Belum lama ada Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang datang memilih pada hari H yang menggunakan KTP elektronik.

“Memang hasil partisipasi ini jauh dari ekspektasi, karena kami menergetkan partisipasi pemilih minimal sama dengan partisipasi pemilih pada saat Pileg dan Pilpres,” tandasnya. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *