KPU Palu Akan Merekrut Panitia Adhoc Pilkada Awal Januari 2020

oleh -

Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPUD Kota Palu Idrus, SP, M.Si

PALU, SULTENGNEWS.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Palu, menjadwalkan perekrutan panitia adhoc yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada awal Januari 2020.



Hal itu disampaikan Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPUD Kota Palu, Idrus SP, M.Si saat konfrensi pers di Kantor KPUD Palu, Sabtu (26/10/2019).

“Kita akan mulai pembentukan PPK pada tanggal 1 Januari 2020. Selanjutnya, pada tanggal 21 Februari pembentukan PPS (Panitia Pemungutan Suara) ditingkat kelurahan,” ujar Idrus dalam konfrensi pers itu.

Setelah itu, pada tanggal 16 sampai 29 April 2020 akan dibentuk Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) atau petugas Pantarli jika merujuk pada istilah yang digunakan pada Pemilu. PPDP ini akan bertugas melakukan pemutahiran data pemilih untuk Pilkada 2020.

Sedangkan pembentukan Kelompok Pemungutan Suara (KPPS) akan dimulai dari tanggal 21 Juni – 21 Juli 2020.

“Jadi, proses yang panjang mulai 1 Januari hingga Juli kurang lebih enam bulan adalah proses perekrutan PPK, PPS, PPDP dan KPPS. Belajar dari Pemilu sebelumnya, tentu kita ingin lebih baik lagi dan lebih terbuka dalam tahapan-tahapan perekrutan,” ujarnya.

Selanjutnya, kaitan dengan tahapan penyerahan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) akan diawali penyerahan DP4 dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada KPU RI pada tanggal 20 Februari 2020. Setelah itu, akan ada sinkronisasi DPT Pemilu terakhir maupun Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang digabungkan dengan DPT Kota Palu akan disandingkan dengan DP4 atau data kependudukan dari Kemendagri yang berbasis e-KTP pada tanggal 24 Fabruari.

Setelah penyandingan di pusat, akan disampaikan ke KPU Provinsi pada tanggal 23 – 26 Maret 2020. Ditingkat KPU Kota akan mengumumkan hasil renkronisasi DPT terakhir dengan DP4 pada tanggal 27 Maret 2020.

Selanjutnya kata Idrus, masuk pada tahapan dan pemutahiran data pemilih, terdapat dua bagian yakni penyusunan daftar pemilih dan pemutahiran daftar pemilih. Pada tahap penyusunan daftar Pemilih, KPU akan mencoba lebih baik dengan menerapkan skema yang dimulai dari rapat pra coklik.

“Jadi data tidak langsung diserahkan, tapi ada proses rakor bersama terkait dengan daftar pemilih kita. Karena KPU akan memetakan jumlah TPS pada Pemilu 1.075 menjadi 699 TPS, sehingga butuh waktu dalam melakukan pemetaan dan butuh masukan dan tanggapan dari stakeholders terhadap skrma data sebelum dicoklik,” terangnya.

Pada tahapan pemutahiran, KPU akan melakukan coklik kurang lebih tiga bulan sampai pada penetapan DPT. Coklik serentak akan dimulai pada tanggal 17 April dan akan ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2020.

Idrus menambahkan, pada Pilkada tahun 2020 mendatang, KPU Kota Palu akan melakukan beberapa kegiatan baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan yakni uji publik Daftar Pemilih Sementara (DPS) berbasis TPS sebanyak 699 TPS. Setiap TPS akan mengumpulkan minimal 8 tokoh masyarakat RT/RW untuk melihat nama-nama disetiap TPS.



“Kalau kami kalkulasikan, ada angka 3.000 sampai 5.000 orang yang melihat DPS sebelum ditetapkan menjadi DPT. Karena berdasarkan pengalaman dan evaluasi kami, DPS maupun DPT yang ditempel ditempat-tempat umum kurang mendapat respon dari masyarakat dan tidak ada umpan baliknya. Sehingga kita menjemput bola ke bawah sesuai asas membangun partisipasi publik,” jelasnya.

Skema selanjutnya kata Idrus, desiminasi DPS dan DPT dengan melibatkan media dan para endors seperti orang-orang yang memiliki pertemanan dalam media sosial yang banyak, juga akan dilibatkan.

“Terakhir KPU juga ingin membuat aplikasi DPT Kota Palu berbasis anroid yang sudah masuk rencana penganggaran KPU Kota Palu,” tutupnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *