KPU Kota Palu Butuh 3 Segmen Formasi Keanggotaan PPS

oleh -

Staf KPU Palu saat membagi – bagikan brosur pengumuman pendaftaran Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota kepada para penguna jalan. FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SULTENGNEWS.COM

PALU, SULTENGNEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu membutuhkan 3 segmen formasi di struktur keanggotaan Panitia Pemungutan Suara (PPS). 3 Segmen itu adalah Milenial, Perempuan dan Dewasa.




Hal itu diungkapkan salah satu Komisioner KPU Kota Palu, Idrus saat selesai melakukan sosialisasi di depan Masjid Agung Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (17/02/2020).

“Ini hari ke 3 atau hari terakhir kami mengumumkan tahapan penerimaan panitia pemungutan suara,” ucap Idrus.

Maskot Makaka untuk Pilgub dan Maskot si Kora untuk Pilwakot yang turun serta pada sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Palu, Senin (17/2/2020). FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SULTENGNEWS.COM

Dia mengatakan, KPU Kota Palu melakukan pengumuman secara mobile dan juga pengumuman dalam famlet yang ditempelkan di kelurahan dan 8 kecamatan di Kota Palu.

Sosialisasi kali ini dilaksanakan di Hunian Tetap (Huntara), Pasar Kota, Cafe dan Angkringan di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Tatanga, Palu Barat dan Ulujadi. Pada sosialisasi itupun turut ikut serta maskot KPU Provinsi Sulawesi Tengah Makaka yang beriringan bersama maskot KPU Kota Palu si Kora.

“Di 3 kecamatan itu, kami terus memberikan informasi melalui pengeras suara bahwa akan dilaksanakan pesta demokrasi pada 23 September 2020. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, ini adalah pesta rakyat,”ujar Idrus

Warga antusias foto bersama maskot Pilgub Makaka dan Maskot Pilwali di Kora saat sosialisasi, Senin (17/2/2020). FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SULTENGNEWS.COM

Dalam sosialisasi kata Idrus, KPU Kota Palu mengajak khususnya generasi milenial yang ingin menjadi penyelenggara adhoc sebagai panitia pemungutan suara (PPS).

Fokus sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Palu kata Idrus, masih sama dari sebelumnya, menargetkan panitia pemungutan suara mulai dari aspek kuantitas minimal 6 orang setiap kelurahan bisa dicapai.




“Memastikan bahwa tempat-tempat generasi muda berkumpul itu kami ajak terlibat dalam panitia pemungutan suara (PPS), termasuk kemarin kami coba menyampaikan di gerbang kampus Universitas Muhammadiyah (Unismu). Pada prinsipnya kami butuh 3 segmen formasi keterwakilan di struktur di keanggotaan PPS,”pungkasnya.

Sosialisasi ini pun berakhir tepat pukul 17:30 WITA. Tepatnya di depan Masjid Agung Kota Palu, Sulawesi Tengah. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *