KPU Diminta Akomodir Aspirasi Rakyat Terkait Penetapan Dapil

oleh -

Keterangan Foto :

Para peserta Rapat Koordinasi (Rakor) nampak serius mengikuti pemaparan Daerah Pemilihan (Dapil) dari Komisioner KPU Sulteng, Samsul Y. Gafur. FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menggelar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama perwakilan Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2019 terkait penataan Daerah Pemilihan (Dapil) di Hotel Santika, Selasa (27/2/2018).

Rakor tersebut dibuka sekira pukul 09.00 Wita dan dihadiri para perwakilan Parpol, Komisioner Bawaslu Sulteng Zatriawati, perwakilan Dinas Dukcapil Kota Palu serta para stakeholder yang diundang dalam kegiatan tersebut.

Komisioner KPU Sulteng, Samsul Y. Gafur yang menjadi narasumber pada Rakor itu memaparkan satu persatu draf rancangan penataan Dapil di masing – masing Kabupaten/Kota di Sulteng. Dalam pemeparannya, hampir semua Dapil di Kabupaten/Kota tidak banyak mengalami perubahan, hanya ada perubahan jumlah kursi yang berubah sesuai jumlah penduduknya.

Komisioner KPU Sulteng, Samsul Y. Gafur saat menjawab pertanyaan dari peserta Rakor. FOTO : MAHFUL/SN

Dari semua Dapil Kabupaten/Kota yang dipaparkan Samsul Y. Gafur, hanya Dapil Kota Palu yang banyak mendapat respon dan tanggapan dari peserta Rakor. Dapil yang menjadi sorotan adalah Dapil Palu Utara – Tawaeli yang selama ini dianggap sebagai Dapil “Neraka” karena hanya 4 kursi saja.

Helmy D. Yambas dari Partai Golkar adalah salah satu yang mempersoalkan hal itu. Menurutnya, KPU sungguh sangat tidak adil terhadap masyarakat Tawaeli dan Palu Utara, karena hanya memberikan 4 kursi untuk daerah itu. Padahal kata dia, saat ini daerah Tawaeli tengah menjadi fokus pembangunan Kota Palu.

“Disana ada pelabuhan, ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tentu saja membutuhkan perwakilan yang banyak di DPRD untuk pemperjuangkan pembangunan di wilayah yang selama ini masih tertinggal itu,” ujar mantan Anggota DPRD Sulteng dari Golkar ini.

Olehnya kata dia, jika memang jumlah penduduk belum memungkinkan untuk menambah kursi di Dapil Tawaeli – Palu Utara itu, maka sebaiknya Palu Timur digabung menjadi satu dengan Dapil Tawaeli – Palu Utara, sehingga jumlah kursinya bisa lebih banyak. Sementara Kecamatan Mantikulore yang jumlah penduduknya cukup besar, berdiri menjadi Dapil sendiri.

“Usulan saya, tetap empat Dapil yakni Dapil Tawaeli – Palu Utara dan Palu Timur, Dapil Mantikulore, Dapil Palu Selatan – Tatanga dan Dapil Palu Barat – Ulujadi, sehingga terjadi pemerataan kursi DPRD. Tidak seperti saat ini, sangat timpang sekali karena ada yang banyak sekali dan ada yang hanya empat kursi saja,” terangnya.

Usulan Helmy D. Yambas, juga diamini politisi senior Nawawi Sang Kilat. Politisi yang kini bergabung di Partai Berkarya ini meminta agar KPU mengakomodir usulan warga demi pemerataan jumlah kursi di DPRD Kota Palu.

“Kalau saya, jika memungkinkan lima dapil ya kita buat lima Dapil saja untuk Kota Palu. Tapi jika tidak, sebaiknya ada pembagian Dapil lagi misalnya Dapil Palu Utara – Tawaeli digabung saja dengan Dapil Ulujadi, sehingga kursinya bisa lebih banyak,” usulnya.

Komisioner Bawaslu RI, Zatriawati juga hadir mengikuti Rakor bersama peserta dari perwakilan Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu 2019. FOTO : MAHFUL/SN

Nawawi meminta kepada KPU agar melakukan pemerataan kursi disetiap Dapil, sehingga tidak ada lagi istilah ada Dapil Neraka dan ada Dapil Surga. Intinya, bagaimana penataan Dapil ini bisa membuat jumlah kursi di DPRD juga merata dan tidak terjadi jarak yang jauh sekali antara satu Dapil dengan Dapil lainnya.

Menanggapi usulan para peserta Rakor, Samsul Y. Gafur mengatakan, sepanjang tidak bertentangan dengan tujuh prinsip penataan Dapil, pihaknya siap mengakomodir usulan Parpol itu.

“Tadi saya coba lakukan simulasi perhitungan berdasarkan jumlah penduduk. Jika Tawaeli, Palu Utara dan Palu Timur dijadikan satu Dapil, maka bisa dapat 9 kursi DPRD. Sedangkan Mantikulore dijadikan Dapil sendiri, masih bisa dapat 6 kursi,” ujarnya menjawab usulan peserta Rakor.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa serta merta langsung menerima usulan itu, karena masih akan dibahas kembali bersama KPU Kota Palu pada Rapar Koordinasi bersama KPU Kabupaten/Kota dalam waktu dekat nanti.

“Kami akan coba bahas kembali terkait Dapil di Kota Palu bersama KPU Kota Palu nanti,” tutupnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *