Korban Kekerasan dan Pelecehan Jangan Takut Untuk Melapor, Ini Hotline PPA Sulteng

oleh -
Kepala Bidang (Kabid) PerlingunganHak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, Sukarti saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (06/09/2021). FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Perempuan dan anak sering menjadi korban atas tindak kekerasan dan pelecehan seksual dan bisa mengalami trauma luar biasa hingga korban hilang arah dan tak tahu harus melapor ke mana. Padahal perempuan dan anak menjadi kelompok rentan mengalami kekerasan tersebut karena dianggap lemah secara fisik.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah (Sulteng) terus berupaya untuk melakukan berbagia pelayanan kepada para korban tindakan kekeran dan pelecehan seksual. Salah satunya dengan memberikan kemudahan kepada korban untuk berani melapor .

Kemudahan itu melalui pelayanan Hotline Unit Peleaksanaan Tekhnis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Sulteng dengan nomor 0811-4560-4320 dan 0811-4560-4321.

Selain itu, DP3A Sulteng juga melakukan pelayanan dengan cara advoasi terhadap korban. Kepala Bidang (Kabid) PerlingunganHak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, Sukarti sebenarnya berharap agar semua DP3A di semua kabupaten dan kota Se Sulteng untuk membentuk Satgas pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual kepada permpuan dan anak.

“Kami juga sudah menghayomi advokasi agar mereka semua membentuk satgas cuma kemampuan kabupaten dan kota tidak sama, ada yang keuangan yang mampu ada yang keuangannya terseok-seok, kalau tidak langsung mengadu ke DP3A kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah,”ungkap Sukarti saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (06/09/2021).

Lebih lanjut, Sukarti mengatakan, korban juga bisa memberikan laporan kepada pemerintah desa setempat, volunteer atau NGO juga bisa pihak puskesmas setempat.

“Untuk pelaporannya kalau di desa bisa melalui aparat desa bisa atau relawan PATBN bisa melalui Satgas PPA kemudian bisa melalui volunteer-volunteer atau NGO yang ada juga bisa melalui Puskesmas kalau kekerasannya menyangkut kekerasan seksual,”ucapnya.

Secara tegas, Sukarti menghimbau kepada para korban kekerasan dan pelecehan seksual, baik itu dewasa maupun anak-anak tidak merasa takut untuk mengadu. Sebab, DP3A akan menjamin kerahasiaan identitas para korban tersebut.

“Dari DP3A yang diberi mandat untuk mengurus urusan perempuan dan anak, kami menghimbau agar warga atau korban baik dewasa maupun anak-anak yang mengalami kekerasan ataupun kekerasan seksual pelecehan seksual atau kekerasan lainnya jangan takut mengadu, jangan ragu mengadu, jangan malu mengadu karena identitas warga kami jamin artinya yang mengetahui itu hanya kami dan petugas,”tegasnya.

“Kami menjaga kerahasiaan itu karena kami punya kode etik tidak boleh membeberkan itu kepada sembarang orang,”pungkasnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.