Komisi IV DPRD Sulteng Tinjau Sejumlah SMA dan SMK di Kota Palu

oleh -
Ketua Komisi IV beserta jajarannya dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) meninjau sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Palu, Sulawesi Tengah dalam tahap menuju new normal atau tatanan normal baru.

Tinjauan itu bertujuan untuk melihat sistem penerimaan peserta didik baru, kemudian sistem pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 dan kondisi fisik sekolah.

Rombongan itu terdiri dari Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Alimuddin Paada anggota Komisi VI diantaranya I Nyoman Slamet, Ibrahim A Hafid, Faisal Lahaja, Rahmawati, Winiar Lamakarate, Erwin Burase, Ismail Yunus, Hidayat Pakamundi, dan Fatima Lasawedi. Turut hadir Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Irwan Lahace.

Rombongan Komisi IV memulai peninjauan dari SMA Negeri 1 sekira pukul 09.00 wita, kemudian menuju SMK Negeri 1 Kota Palu, SMK Negeri 3 Kota Palu, SMK 7 Kota Palu dan terakhir di SMA Madani Kota Palu, Selasa (30/06/2020).

Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Alimuddin Paada mengatakan, dalam tinjauan itu Komisi IV melihat bagaimana penerimaan peserta didik baru di sejumlah sekolah SMA dan SMK, karena adanya beberapa komplen dari masyarakat tentang ketidak puasan.

Dikatakan, Komisi IV menilai SMA dan SMK yang telah di tinjau, sudah melaksanakan penerimaan peserta didik baru sesuai aturan, karena untuk SMA ada yang namanya zonasi 50 persen dan afirmasi 15 persen, khususnya bagi orang-orang tidak mampu.

“Jadi sistem zonasi itu supaya semua sekolah-sekolah itu termanfaatkan, tidak semua sekolah misalnya hanya di SMA 1 saja bisa, tapi di seluruh sekolah SMA yang ada. Namun untuk SMK tidak berlaku untuk zonasi,”ujarnya.

Selain itu, dengan kondisi sekarang ini siswa belum bisa datang ke sekolah secara langsung, sehingga siswa melaksanakan pembelajaran virtual, karena ada juga pembagian buku paket. Dengan begitu, jika terjadi pemadaman lampu atau jaringan tidak bagus, maka buku paket bisa di pelajari siswa di rumah masing-masing demi keselamatan bersama.

Komisi IV juga melihat kondisi sekolah, seperti lapangan olahraga dan juga gedung, seperti di SMA Madani masih perlu ada pembangunan untuk penguatan fasilitas sekolah.

Dia menerangkan, untuk Madani diharapkan yang terdiri dari TK, SD, SMP, SMA, seharusnya berubah menjadi UPT saja, sehingga bisa dalam satu pengelolaan tidak terpisah-pisah, olehnya kedepan ada yang mengepalai dari empat sekolah unsur sekolah itu.

“Karena berbentuk UPT itu dimungkinkan oleh Undang-undang walaupun TK, SD, SMP dalam naungan Kota, tapi dalam pengelolaan itu bisa untuk di Provinsi,”ucapnya.

Dia juga menambahkan, Komisi IV akan mengadakan pertemuan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk pelaksanaan aturan bagi peserta didik menuju tatan normal baru.

“Setelah tinjauan tadi memang ada beberapa sekolah yang harus kita suport, seperti masalah lapangan, taman bermain, tempat istirahat, itu akan kita dorong,”sebutnya.

“Besok kita akan mulai bicarakan terkait itu, kita akan bicarakan dulu secara internal kemudian akan mengundang masing-masing OPD,”pungkasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Irwan Lahace menyebutkan, sistem zonasi sesuai dengan Permendikbud nomor 44 tahun 2019.

Dia menjelaskan, penerimaan peserta didik baru dibagi menjadi empat yaitu secara zonasi itu 50 persen dan afirmasi 15 persen, kemudian perpindahan orang tua dan selanjutnya prestasi.

“Apabila ada anak-anak yang terdekat di sekitar sekolah SMA, itu di utamakan dulu, jangan karena kemiskinannya tidak diterima siswa tersebut dan juga ditambah dengan afirmasi, perpindahan orang tua, serta prestasi,”jelasnya.

Kemudian, Dia mengatakan, kebijakan menuju tatanan normal baru, terus memperhatikan penanganan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan kepada kepala sekolah agar supaya protokol kesehatan itu di utamakan, keselamatan anak didik, kemudian guru, dan juga orang tua kepada anak-anaknya,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *