Komisi IV DPRD Sulteng RDP Terkait Penanganan dan Antisipasi Penyebaran Virua Corona

oleh -
Suasana RDP Komisi IV dengan para OPD Mitra kerjanya di ruang utama DPRD Sulteng. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Komisi IV DPRD Sulteng, melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait upaya penanganan dan antisipasi penyebaran covid-19 atau virus corona di ruang sidang utama DPRD Sulteng, Jumat (20/03/2020).

RDP dilakukan bersama mitra terkait yakni Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sulteng, dr Reny A.Lamadjido, Kadis Dikjar Drs Irwan Lahace, Kadis Nakertrans Arnold T dan Kepala BNPB serta sejumlah Kepala Bidang masing masing instansi tersebut.

Rapat itu dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Dr Alimuddin Paada, M.Si yang juga dihadiri sejumlah anggota Komisi VI DPRD Sulteng , seperti I Nyoman Slamet S.pd, M.Si, Erwin Burase, S.Kom, M Hidayat Pakamundi SE, Winiar Hidayat SE dan Fairus Husen Maskati.

Dalam kesempatan itu, Kadis Kesehatan, dr Reny A.Lamadjido
mengatakan, sejumlah langkah-langkah yang telah diambil pihaknya, antara lain ketersedian 89 ruang isolasi yang tersebar diseluruh Rumah Sakit di Palu jika virus corona ini benar-benar masuk ke Sulteng, termasuk akan menggunakan asrama haji.

Selain itu, Dinkes Sulteng telah melakukan pemeriksan ketat di pelabuhan dan bandara. Jika ditemukan seseorang dengan suhu 38 derajat celcius, maka akan langsung dimasukan dalam ruang observasi.

Dia melanjutkan, yang paling penting saat ini adalah sosialisasi agar masyarakat mematuhi instruksi gubernur yakni mencuci tangan, rajin olahraga, menjaga pola makan dan mengurangi stres, karena penyakit ini dengan ketahanan daya tahan tubuh dapat sembuh dengan sendirinya.

Selanjutnya, Kadis Dikjar Drs Irwan Lahace, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah meliburkan seluruh anak sekolah dan dalam masa libur ini akan melakukan penyemprotan di sekolah sekolah.

Jika kondisi masih terus berlangsung kata Kadis Dikjar itu, maka tidak menutup kemungkinan ujian nasional tertunda atau ditiadakan.

Kemudian, dari Dinas Nakertrans Sulteng sendiri, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan dari perusahaan terutama yang mempekerjakan Tennaga Kerja Asing (TKA) yang diindikasikan terjangkit virus corona asal Wuhan – China itu.

Pihak Nakertrans Sulteng sendiri, juga telah menghentikan perjalanan dinas bagi pegawai di lingkup instansinya dan juga telah menghetikan masuknya WNA dan melarang pulang sejak Indonesia dinyatakan terjangkit virus corona.

Sedangkan, Kepala BNPB Sulteng, menuturkan, belum ada persiapan logistik hingga saat ini.

Anggota DPRD Sulteng, meminta agar pihak Dinkes Sulteng dapat bekerja sama dengan provider telkomsel tentang informasi terkait dengan virus corona. Dengan harapan pihak telkomsel dapat membantu sosialisasi penanganan dan pencegahan virus corona.

Pimpinan Rapat, Alimuddin Paada berharap Sulteng bisa bebas dari virus yang sangat mematikan itu dengan adanya kerjasama dari berbagai pihak untuk sama-sama mencegah dan menjaga diri demi keselamatan masyarakat Sulawesi Tengah. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *