Komisi III DPRD Sulteng RDP Bersama Dinas Bina Marga dan Bappeda

oleh -
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulteng bersama mitra OPD yakni Dinas Bina Marga dan Bappeda Sulteng. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Komisi III DPRD Provinsi Sulteng, melakukan rapat kerja bersama mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Bina Marga dan Bappeda Provinsi Sulteng, untuk membahas kondisi jalan di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya jalan provinsi.

Rapat dipimpin Ketua Komisi III, Sonny Tandra ST dan dihadiri Wakil Ketua Komisi III H Zainal Abdin Ishak, Sekretaris Komisi III Abdul Karim serta anggota Komisi III masing masing Ir Suprapto Dg Situru, Kaharuddin SIP, Huisman B Toripalu, SH, MH dan Dra Marlela M.Si.

Dari Dinas Bina Marga dihadiri langsung Kepala Dinas, Ir H Syaifullah Djafar, Kabid Jalan dan Jembatan Asbudianto dan Ir Basir Tanase selaku Kabid Bintek.

Sementara dari Bappeda, juga dihadiri lansung Kepala BAPPEDA, Ir Hasanuddin Atjo dan para kepala bidang.

Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Sulteng, meminta penjelasan terkait dengan kondisi jalan provinsi yang hingga kini belum tertangani, misalnya Poros Jalan Tomata-Beteleme, ruas Jalan Pape-Tomata, termasuk Poros Jalan Nasional di Kawasan Pulau Burung di Kabupaten Banggai.

Anggota Komisi III Suprapto dalam kesempatan itu meminta, sejumlah ruas jalan yang dirasakan masyarakat dengan kondisi rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan, harus menjadi prioritas untuk ditindak lanjuti.

”Ini sudah malu-malu juga kita lewat, masyarakat sangat mengeluhkan kondisi jalan tersebut,” timpal Zainal Abidin Anggota Komisi III lainnya.

Menanggapi tanggapan Anggota Dewan, Kepala Dinas Bina Marga, Ir. Syaifullah Djafar mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar untuk bisa membangun sejumlah ruas jalan tersebut.

Demikian pula Kepala Bappeda mengungkapkan, perlu duduk bersama untuk memetakan mana yang paling prioritas untuk diperjuangkan bersama.

Ir. Hasanuddin Atjo mengungkapkan, pada tahun 2021, pemerintah pusat menganggarkan 24 proyek dan dari 24 tersebut masing masing provinsi dapat memilihnya 3 proyek.

“Provinsi Sulawesi Tengah, memilih tiga proyek tersebut yang terkait dengan peningkatan ruas jalan poros pencetus jalan Sulsel-Sigi – Palu,” ujar Ir. Hasanudin Atjo.

Selanjutnya, peningkatan status Bandara SIS ALJUFRI MUTIARA Palu dari kelas I menjadi Bandara Internasional, karena hal ini terkait persiapan embarkasi Haji dan Pariwisata.

Dan yang ketiga adalah peningkatan status jalan Penyebrangan Taipa-Kalimantan terkait dengan rencana pemindahan ibukota Republik Indonesia di Kalimantan. ***

( HUMPRO SETWAN DPRD PROVINSI SULTENG )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *