Kisah Pilu Gadis Parigi, Rela Korbankan Keperawanannya Demi Bebaskan Sang Ayah (Bagian 2)

oleh -
FOTO : ILUSTRASI

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ikatan darah antara sang anak dengan ayanya adalah ikatan suci yang sangat kuat. Ikatan inilah yang membuat sang ayah rela berbuat apa saja untuk anaknya dan begitu juga sebaliknya, sang anak akan rela berbuat apa saja untuk ayahnya jika mengalami masalah atau musibah.

Hal inilah yang dialami gadis inisial S di Parigi, yang akhirnya rela kehilangan keperawanannya demi membebaskan ayahnya dari tahanan polsek di parigi karena terlibat dalam tindakan kriminal pencurian ternak.

Dengan niat meminta tolong dan bantuan kepada sang kapolsek, agar ayahnya dibebaskan dari tahanan, membuat gadis malang asal parigi ini akhirnya kehilangan mahkota keperempuanannya.

Kapolsek inisial IGDN yang mendengar permintaan sang gadis, mengajukan syarat akan membebaskan ayah sang gadis asalkan gadis itu mau tidur dengannya.

Sang gadis yang ingin sekali ayahnya bebas dari tahanan, dengan terpaksa menuruti permintaan kapolsek untuk tidur dengannya.

“Awalnya saya datang dengan mama, kapolsek berjanji akan bebaskan bapak saya jika saya mau tidur dengan dia,“  ungkap gadis inisial S itu saat ditemui wartawan usai melapor di Propam Polres Parimo, pada Jum’at (15/10/2021) pukul 15:41 seperti dilansir portalsulawesi.id.

Setelah berhasil merenggut keperawanan sang gadis, kapolsek lupa akan janjinya untuk membebaskan ayah sang gadis malang itu. Sang gadis yang telah berkorban untuk ayahnya itu, lalu menagih janji kapolsek agar ayahnya segera dibebaskan.

Namun nasib malang kembali menimpa gadis itu, dengan bujuk rayunya untuk membebaskan ayah gadis itu, sang kapolsek kembali meminta sang gadis malang ini untuk melayaninya kedua kalinya. Dengan sangat terpaksa, sang gadis akhirnya menuruti permintaan kapolsek karena ingin sekali ayahnya segera dibebaskan dari tahanan.

Sayang seribu sayang, janji kapolsek tinggalah janji. Usai menikmati tubuh sang gadis, kapolsek urung memenuhi janjinya untuk membebaskan ayah sang gadis itu. Sang kapolsek malah memberikannya uang dan mengatakan agar uang itu diberikan kepada ibu gadis itu. Sementara ayah sang gadis masih tetap mendekam ditahanan.

“Saya mau (tidur dengan kapolsek), karena saya pikir papaku mau keluar. Terus dia kasih uang ke saya. Dia bilang ini untuk mamamu, bukan untuk bayar kau,” kata sang gadis menirukan ucapan kapolsek kepadanya.

Kini atas perbuatan kapolsek yang telah merenggut kesuciannya, gadis inisial S ini telah melaporkan perbuatan bejat kapolsek itu ke Propam Polres Parimo. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.