Kisah Pilu Gadis Parigi, Kapolsek Akhirnya Dicopot dan Kini Ditahan di Polres Parimo (Bagian 3 Selesai)

oleh -
FOTO : ILUSTRASI

PALU, SULTENGNEWS.COM – Setelah menjadi korban mesum dari kapolsek yang telah merenggut kesuciannya, sementara janji membebaskan ayahnya tidak dipenuhi sang kapolsek, gadis Parigi inisial S ini akhirnya melaporkan perbuatan kapolsek ke propam Polres Parigi Moutong pada Jumat (15/10/2021) lalu.

Ditemani ibunya, korban mesum oknum kapolsek parigi itu resmi melaporkan kasus yang menimpanya ke Propam Polres Parimo dengan nomor laporan B/13/X/2021/POLRES PARIMO/SI PROPAM.

Sang gadis bersama ibunya, melaporkan perbuatan kepolsek ke propam agar mendapat sanksi tegas dari polri atas perbuatan mesumnya.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Didik Suprianto membenarkan adanya peristiwa mesum kapolsek itu serta laporan di propam Polres Parimo. Bahkan kata Didik, tim internal Polda telah menelusuri kasus itu.

Menurut Didik, hasil kerja tim internal memutuskan kapolsek parigi tersebut dibebas tugaskan dari jabatannya. Saat ini, oknum kapolsek tersebut telah menjalani pemeriksaan mendalam di propam Polres Parimo dan sedang menjalani masa penahanan.

“Terkait dengan berita tersebut, tim internal Polda Sulteng telah melakukan investigasi ke wilayah Polres Parigi Mautong dan Kapolsek yang bersangkutan telah dibebas tugaskan untuk memudahkan proses pemeriksaan,” jelas Didik seperti yang dilansir www.jawapos.com.

Kapolda Sulteng, Irjen Polisi Rudy Sufahriadi bahkan mendatangi langsung rumah keluarga gadis berinisial S yang mengaku ditiduri Kapolsek Parigi berinisial IDGN.

“Kami datangi rumah korban untuk meyakinkan bahwa saya akan profesional menangani anggota yang salah,” ujar Rudy seperti dilansir cnnindonesia.com, Selasa (19/10/2021).

Menurut Rudy, terhitung 15 Oktober 2021, Kapolsek Parigi itu langsung dibebastugaskan dan digantikan dengan pejabat sementara. Terkait dengan proses hukum yang sedang berjalan, Rudy menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan hasil pemeriksaan.

“Saya akan taat hukum. Ini masih diproses, tidak bisa instan. Hukumannya sesuai dengan kesalahannya,” katanya.

Lebih lanjut Kapolda mengungkap, awal mula Iptu IDGN melakukan bujuk rayu hingga diduga memperkosa S, putri dari seorang tersangka kasus pencurian ternak.

Menurut Rudy, Iptu IDGN bertemu dengan S saat menjenguk ayahnya yang tengah ditahan di Polsek Parigi atas kasus pencurian. Penahanan ayah S di Polsek Parigi terbilang cukup lama.

“Kalau ceritanya, ini awalnya itu kan sebuah tindak pidana yang dilakukan oleh orang tuanya, bertiga (bareng teman). Lalu orang tuanya ditahan di situ, sampai proses kejaksaan masih ditahan di situ,” ujar Rudy.

Iptu IDGN, yang kerap bertemu dengan S, lantas mulai melakukan pendekatan. Dia membujuk S untuk tidur bersama dengan janji akan membebaskan ayah S dari tahanan.

“(Korban) sering ketemu sama Kapolsek, akhirnya sering berhubungan dan Kapolsek melakukan kesalahan,” tuturnya.

Hingga kini, publik tanah air dan Sulteng secara khusus menunggu perkembangan hasil pemeriksaan terhadap oknum kapolsek Parigi itu.

Publik menunggu apakah sang kapolsek akan dijerat pidana pemerkosaan dan disidangkan di Pengadilan Negeri, serta dipecat dari keanggotaannya sebagai polisi atau kasus ini akan berlarut – larut hingga akhirnya publik lupa terhadap kasus ini. (Selesai)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.