KIARA Bantu Pemulihan Ekonomi dan Peningkatan Kapasitas Nelayan di Teluk Palu

oleh -
Ketua Kelompok Nelayan Talise, Arham saat foto di perahu bantuan dari KIARA. FOTO : MAHFUL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) melalui program emergency dan pemberdayaan masyarakat, membantu pemulihan ekonomi dan meningkatkan kapasitas Nelayan di Teluk Palu.

Deputy Monitoring dan Evaluation and Learning KIARA, Nibras Fadhlillah menjelaskan, program KIARA di Sulteng khususnya di Palu dan Donggala, diawali dari emergency respon terhadap bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala (PASIGALA). Saat itu, KIARA melihat para nelayan di teluk Palu dan Donggala mengalami keterpurukan ekonomi pasca tsunami yang menghancurkan perahu – perahu mereka.

Deputy Monitoring dan Evaluation and Learning KIARA, Nibras Fadhlillah saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di Teluk Palu, Sabtu (19/12/2020). FOTO : MAHFUL/SN

KIARA lalu melakukan respon dengan memberikan bantuan perahu dan mesin, untuk digunakan para nelayan kembali menangkap ikan.

KIARA juga memberikan peningkatan kapasitas kepada para nelayan dengan memberikan pemahaman tentang hak – hak para nelayan sesuai undang – undang nomor 7 tahun 2016, serta pengurangan resiko bencana.

“Sebenarnya kita mau buat simulasi tentang pengurangan resiko bencana, apa yang akan dilakukan jika terjadi bencana. Tapi karena kendala Covid-19 ini, simulasinya belum terlaksana karena kita tidak bisa mengumpulkan banyak orang,” jelas Nibras Fadhlillah.

Menutut Nibras, bantuan yang diberikan tidak langsung jadi, tapi diberikan keleluasaan kepada para nelayan untuk melakukan modivikasi dan mengecat sendiri sesuai warna yang diinginkan.

Sebagai organisasi sipil yang konsen mengadvokasu isu – isu nelayan dan berusaha untuk melakukan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas para nelayan, KIARA ingin bantuan yang diberikan berupa perahu dan mesin, dapat menimbulkan Sense of Belonging dari para nelayan.

“Bantuan yang diberikan berdasarkan kebutuhan nelayan sendiri, karena kita ingin menumbuhkan Sense of Belonging dari para nelayan, sehingga mereka ada usaha untuk membangun dan merawat perahu – perahu itu,” terang Nibras.

KIARA juga melakukan peningkatan kapasitas terkait pengetahuan pengurangan resiko kebencanaan, membentuk tim cepat tanggap bencana yang melibatkan lurah, RT dan para nelayan.

Bantuan KIARA fokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dari Palu dan Donggala, dengan bantuan perahu, mesin dan peningkatan kapasitas para nelayan dengan program pemberdayaan ekonominya. KIARA juga akan road show terkait isu – isu yang menjadi ancaman para nelayan dengan beberapa isu terakhir salah satunya omnibus lay, karena banyak nelayan yang belum paham terkait dengan omnibus lay, serta beberapa isu lainnya.

“Total keseluruhan bantuan yang kami berikan yakni 650 perahu yang diberikan kepada nelayan di Palu dan Donggala. Bagi lembaga lain, mungkin itu hanya sedikit. Tapi bantuan kami lebih pada memancing dan meningkatkan kapasitas dan kesadaran para nelayan,” jelasnya.

Nirbas mengungkapkan, mulai dari fase emergency hingga difase rahabilitasi dan rekonstruksi (Rehab Rekon), total dana yang diberikan KIARA kepada nelayan sudah berada dikisaran Rp3 Miliar lebih. KIARA masih akan terus melakukan pendampingan hingga para nelayan hingga tahun 2021 mendatang.

Kelompok Nelayan di Teluk Palu yang mendapatkan bantuan perahu dan mesin dari KIARA. FOTO : MAHFUL/SN

Ketua Kelompok Nelayan Kelurahan Talise, Arham mengaku sangat senang dengan adanya bantuan dari KIARA, karena berkat bantuan itu para nelayan di Teluk Palu kini bisa melaut kembali dan telah mendapatkan hasil tangkapan yang bisa menopang ekonomi para nelayan.

“Kalua dipikirkan terus bencana itu, bisa – bisa nasib para nelayan makin terpuruk. Bantuan KIARA ini, sangat kami rasakan manfaatnya. Setelah dapat bantuan itu, pendapatan kami sedikit meningkat karena diberikan bantuan dari KIARA. Rasanya tidak bisa hanya menyampaikan terima kasih, karena KIARA membantu tidak hanya perahu dan mesin, tapi juga kedepan dengan alat tangkap, serta memberikan pelatihan dan mitigasi bencana,” terang Arham saat memberikan keterangan di lokasi Teluk Palu.

Arham mengatakan, nilai bantuan dari KIARA lebih besar dari daripada Pemerintah Kota Palu. KIARA betul – betul memperhatikan nasib para nelayan tradisional.

Bantuan dari KIARA sangat bermanfaat, karena tangkapan juga meningkat setelah dapat bantuan dari KIARA. Dengan adanya KIARA, para nelayan juga lebih solid dan lebih terorganisir.

“Kita berharap ada rumpon, sehingga bisa lebih meningkatkan tangkapan para nelayan. Sebab kendala para nelayan Talise saat ini, yakni tidak adanya tambatan perahu dan adanya potensi serangan buaya,” ujarnya.

Sementara Wafin, anggota kelompok nelayan Talise mengaku, keneradaan buaya di Teluk Palu menjadi ancama, karena selalu muncul di dekat perahu para nelayan.

“Siang malam buayanya muncul. Bahkan sudah ada nelayan yang sudah digigit. Kalua kita turun malam, perahu sementara dilabuh, kita jadi was – was untuk mengambil perahu, karena buaya di samping perahu. Kalua bisa, buaya di tangkap dan dibawa ke penangkaran,” pintanya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *